Jumat, 15 Agustus 2008

Makkah poros dunia?

Makkah poros dunia?

Medio April 2008 lalu, di Kota Doha, Qatar, berlangsung sebuah perhelatan akbar bertajuk 'Muktamar Makkah Poros Dunia'. Ketua Persatuan Ulama Umat Islam Dunia, Dr Yusuf Al Qaradhawi, menyatakan, sangat penting bagi umat Islam untuk menetapkan teori bahwa Makkah adalah poros bumi yang bundar.

''Penetapan teori bahwa 'Makkah Poros Dunia' akan menguatkan kehormatan kaum Muslimin, yaitu dengan agamanya, umatnya, dan peradabannya,'' ungkap Al Qaradhawi. Bahkan, ulama termasyhur itu mengajak para ilmuwan untuk meneliti secara ilmiah mengenai kebenaran teori bahwa Makkah adalah poros dunia.

Menurut Al Qaradhawi, umat Islam dari masa ke masa selalu terbuka pada ilmu pengetahuan dan hasil-hasilnya. ''Tak ada benturan dan pertentangan antara Islam dan ilmu pengetahuan,'' cetusnya. Untuk itulah, papar dia, umat Islam di seantero dunia akan bersikap terbuka terhadap semua ilmuwan yang mengkaji seputar Makkah.

Dalam muktamar itu, sebuah terobosan penting mencuat ke permukaan. Adalah ilmuwan berkebangsaan Prancis, As Syauk telah membuktikan bahwa Makkah adalah poros dunia dengan jam temuannya. Jam itu diberi label Yasin sebagai 'Jam Makkah'. Menurut dia, fakta yang tak terbantahkan bahwa Makkah merupakan poros bumi.

''Makkah berhak dijadikan patokan waktu dunia yang benar, menggantikan pemakaian waktu Greenwich--London,'' cetusnya. Menurut Yasin, jam yang ditemukannya itu mampu menyatukan kiblat dari segala tempat di dunia. ''Jarum jam ini berputar dari kiri ke kanan, sebagaimana pergerakan ini juga selaras dengan pergerakan alami alam mayapada ini,'' tegasnya.

Jam yang berputar dari kiri ke kanan merupakan semacam sunnatullah yang mengikuti pergerakan bintang-bintang dan segala yang mengorbit di sekitar matahari, sebagaimana pergerakan aliran darah di tubuh manusia. ''Penemuan 'Jam Makkah' ini diilhami oleh kesulitan kaum Muslimin yang sulit menentukan arah kiblat ketika bepergian,'' ungkap Yasin.mr-republika

Tidak ada komentar: