Senin, 19 Januari 2009

buah tin

Sungguh baru kali ini saya makan buah tin langsung diambil dari pohonnya, rasa nya segar manis. lebih dari itu bukan karena manisnya, tapi karena langsung dipetik daripohonnya. Pulangnya saya dibekali dua pohon yang masih kecil -bibit semaian. setelah satu bulan setengah pohon itu tumbuh dengan suburnya, semoga kelak saya bisa memetik dan memakannya langsung dari pohon.
Ingin lebih sedikit tahu tentang manfaatbuah tin, saya mencoba menelusurinya, selain enak apa manfaat lain darinya. Ternyata buah tin itu  dapat membantu proses pembersihan racun dari dalam tubuh seseorang, mencegah kanker usus serta penyakit yang berkaitan dengan perut.ia juga  mengandung antioksidan yang dapat menghalangi karsinogen yang menjadi ...penyebab kanker. Buah Tin juga mengndung Omega 3 serta Omega 6, yaitu sejenis lemak yang berperan dalam pencegahan penyakit jantung.

manfaat lain selain mengenyangkan bila dimakan cukup banyak, ia juga mengandung kadar lemaknya rendah, rendah sodium, rendah kalori dan bebas kolestrol, yang pasti sangat sesuai dan pas dikonsumsi oleh para penderita diabetes atau penyakit gula, mengandung zat yang dapat mengurangi kolestrol jahat, menguatkan jantung dan menormalkan saluran pernafasan bagi para penderita asma / sesak nafas.

Trims mas Apang ciputat yang memberi kesempatan menanamnya sendiri, semoga tumbuh subur dan berbuah lebat. salam buah tin - yang termaktub dalam Al-Qur'an. muchroji m ahmad.

Minggu, 18 Januari 2009

9 Golongan Berisiko Osteoporosis

9 Golongan Berisiko Osteoporosis


Osteoporosis adalah suatu kondisi berkurangnya massa tulang secara nyata yang berakibat pada rendahnya kepadatan tulang. Osteoporosis merupakan penyakit yang datang diam-diam.

Siapa saja yang berisiko berisiko tinggi terhadap osteoporosis? Berikut ini sembilan golongan yang termasuk berisiko tinggi mengalami keropos tulang.

1. Penderita Hiperparatiroid
Meskipun rendah persentase kejadiannya, hormon paratiroid yang terletak di leher depan kita berdekatan dengan kelenjar tiroid, dapat mengalami keganasan atau tumor. Pada situasi ini, jumlah hormon yang beredar di dalam tubuh akan meningkat. Padahal, seperti kita ketahui, hormon ini sangat erat hubungannya dengan sel osteoclast dalam tulang. Akibatnya, sel-sel osteoclast akan mengalami peningkatan aktivitas.

Akan lebih banyak senyawa kalsium yang diambil dari tulang sehingga menimbulkan peningkatan pesat kadar kalsium dalam darah. Kondisi semacam ini menyebabkan penderita mengalami penurunan selera makan, kemunduran dalam kekuatan otot, nyeri perut, dan pengeroposan tulang bila terjadi secara berlanjut.

2. Penderita Hipertiroid
Sebutan lain untuk hipertiroid adalah basedow. Gejala penderita cukup beragam, tidak sama satu sama lain. Namun, secara umum ditandai oleh mudah berkeringat, lemas, gugup, lekas marah, cemas, gelisah, tidak bisa tidur, lapar terus (anehnya, meskipun sudah makan, berat badan malahan turun), sembelit atau justru diare, tangan gemetar, haid tidak teratur, tekanan darah meninggi, rambut mudah rontok, dan pengeroposan tulang.

Penyebab hipertiroid adalah berlebihnya kadar hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar gondok. Akibatnya, pertukaran zat dalam tubuh meningkat jauh di atas normal. Pengatur metabolisme tubuh menjadi terlalu aktif, termasuk metabolisme kalsium. Pada kondisi tersebut terjadi pembuangan kalsium secara besar-besaran melalui air seni maupun tinja. Untuk mengimbanginya, terjadilah proses demineralisasi tulang yang lebih aktif.

3. Penderita Anoreksia Nervosa
Penderita anoreksia nervosa (kelainan pola makan) akan melakukan pembatasan konsumsi makanan secara tidak wajar. Mereka akan berupaya mati-matian untuk menjaga berat badan dan bentuk tubuhnya, serta mengendalikan kebiasan makan yang ketat. Seringkali mereka melakukan kegiatan olahraga yang berlebihan dalam upaya mencapai bobot badan ideal menurut imajinasinya.

Pada awalnya penurunan bobot badan yang dilakukan kelihatan cukup realistis. Namun, setelah mencapai target, mereka menetapkan bobot ideal yang lebih rendah. Secara psikologis, mereka sangat peka terhadap kritikan mengenai bobot badan. Diet yang dilakukan seolah-olah menjadi pola hidup. Mereka sebenarnya memiliki rasa lapar yang normal, tetapi rasa lapar tersebut dikontrol dengan ketat.

Makanan berlemak nyaris tidak tersentuh, padahal kandungan energinya tinggi. Penderita anoreksia adalah individu-individu yang memiliki kepedulian tinggi terhadap aspek gizi. Sayang sekali terjadi distorsi pengetahuan gizi, sehingga mereka tidak mampu mempraktikkan konsep-konsep informasi gizi yang diterimanya. Karena itulah penyakit osteoporosis mudah sekali menyerang mereka.

4. Hamil dan Menyusui
Semasa hamil, penyerapan kalsium di dalam usus ibu akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan kalsium bagi bayi yang dikandungnya. Apabila konsumsi kalsium harian pada ibu rendah, kebutuhan bayi akan kalsium terpaksa dipenuhi dari cadangan kalsium yang ada pada tulang ibunya. Hal yang sama juga dapat terjadi selama menyusui. ASI sangat diperlukan oleh bayi untuk hidup sehat, dan salah satu komponen penting pada ASI adalah kalsium. ASI rata-rata mengandung kalsium sebanyak 300 mg per liter. Oleh karena itu, konsumsi kalsium harus ditingkatkan selama menyusui. Jumlah konsumsi yang dianjurkan selama hamil dan menyusui masing-masing sebesar 1.200 mg per hari.

Remaja yang sedang tumbuh (11-24 tahun) dianjurkan mengonsumsi kalsium 1.200 mg per hari. Jarak kehamilan yang terlalu dekat tentu akan mempercepat kehilangan kalsium tulang, terutama bagi yang konsumsi hariannya kurang cukup. Dengan kehamilan yang diatur jaraknya (misalnya 2-3 tahun), diharapkan status kalsium ibu akan kembali normal sebelum hamil dan menyusui berikutnya.

5. Pola Makan yang Tidak Tepat
Makan hendaknya tidak diartikan sebagai rutinitas belaka. Dari aspek kesehatan, pola makan yang salah dapat membahayakan. Pola makan yang sangat mendukung osteoporosis adalah pola makan yang sangat rendah kalsium serta vitamin A, D, dan K. Kecukupan vitamin sebaiknya dipenuhi dari sumber alami, seperti sayuran-sayuran berdaun hijau tua.

Konsumsi tinggi kafein dapat menyebabkan pembuangan kalsium secara besar-besaran dalam air seni. Menghindari konsumsi protein yang terlalu banyak juga dapat mencegah osteoporosis. Hal ini disebabkan protein yang tercerna tubuh, melepaskan asam dalam aliran darah. Asam tersebut akan dinetralisasi tubuh dengan mengurai kalsium dari tulang.

Serat pangan yang dikonsumsi secara berlebihan juga kurang baik bagi tubuh. Serat pangan akan mengikat sebagian besar senyawa makanan dalam usus dan juga menghambat penyerapannya. Senyawa yang paling mudah berikatan dengan serat pangan adalah mineral, termasuk kalsium.

6. Pemakai Obat Kortikosteroid
Perbedaan obat dan racun sangatlah tipis, yang membedakan hanyalah dosis yang dipakai. Beberapa jenis obat dapat mengganggu kepadatan tulang. Pola yang ditimbulkan dapat berwujud gangguan dalam penyerapan kalsium atau gangguan terhadap mekanisme kerja hormon pengatur seperti yang terdapat pada obat golongan kortikosteroid.

Obat kortikosteroid tergolong istimewa, banyak jenis penyakit yang dapat disembuhkan. Obat ini digunakan untuk mengobati penyakit asma, bronkiale, alergi makanan, alergi obat, biduran, rhinitis alergi (kelainan hidung), artritis (kelainan sendi), dan penyakit lain karena proses alergi. Sayangnya, bila digunakan dalam waktu yang lama akan berakibat buruk untuk penggunanya.
Obat tersebut, selain dapat menimbulkan tukak lambung, juga dapat mengacaukan kadar gula darah, kemunduran elastisitas kulit, katarak, pertumbuhan bulu-bulu tambahan di luar proporsi, memudahkan seseorang terjangkit infeksi, bengkak di wajah dan kaki, hipertensi, dan kerapuhan tulang (osteoporosis).

7. Perokok
Sedikitnya 25 jenis penyakit timbul karena kebiasaan merokok, antara lain kanker kandung kemih, kanker paru, penyempitan pembuluh darah, yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke, serta kelainan osteoporosis. Efek merugikan atas kepadatan tulang berbanding lurus dengan masa penggunaan dan banyaknya rokok. Kebiasaan merokok satu batang sehari dalam satu bulan dapat mengakibatkan penurunan massa tulang sebesar 0,004 persen.
Belum diketahui pasti bagaimana merokok dapat mengakibatkan osteoporosis. Diduga, zat-zat dalam rokok mencetuskan pemecahan hormon esterogen pada wanita dan testosteron pada laki-laki secara berlebihan. Akibatnya, jumlah hormon dalam tubuh akan menurun. Dengan menurunnya kedua jenis hormon tersebut, pemeliharaan tulang jelas akan terpengaruh.

8. Peminum Kopi Berlebihan
Banyak yang berpendapat bahwa daya tarik minum kopi ada pada cita rasanya, kesan ritual, dan kehangatan yang ditimbulkannya. Namun, sebetulnya daya tarik utama kopi terletak pada kandungan kafein yang tinggi. Sebagai bahan penyegar, kafein dapat menghilangkan rasa kantuk, reaksi gerak lebih cepat, kewaspadaan dan konsentrasi meningkat.

Sayangnya, minuman ini juga membawa dampak yang buruk bagi kesehatan kita, akan terjadi peningkatan kadar kolesterol sebesar 36 persen, penurunan kadar vitamin B6 sebesar 21 persen, dan penurunan kepadatan tulang sebesar 0,0023 persen. Hal itu akan terjadi bila seseorang minum tiga cangkir kopi setiap hari selama dua minggu.
Penurunan kepadatan tulang ini belum diketahui secara pasti, tetapi para ilmuwan menduga peningkatan pembuangan kalsium terjadi melalui pembuangan air seni akibat efek diuretik kafein.

9. Peminum Alkohol
Secara meyakinkan alkohol dapat mengakibatkan kerusakan banyak organ tubuh. Pada otak akan terjadi kerusakan sel-sel saraf sehingga timbul gangguan fungsi berpikir, rasa, dan perilaku. Pada dinding dalam lambung terjadi luka-luka kecil.
Ancaman yang turut membayangi adalah kerapuhan tulang. Kondisi ini bisa terjadi lantaran adanya kegagalan yang sistematis sifatnya dalam pemeliharaan kadar mineral kalsium yang merupakan unsur penting dalam kepadatan tulang.

Adanya luka-luka kecil yang menahun pada lambung akan mengakibatkan perdarahan di lambung. Meskipun kecil bentuk lukanya, karena berlangsung dalam waktu lama, jumlah darah yang keluar menjadi banyak.

Telah kita ketahui bahwa jumlah kalsium dalam darah cukup banyak. Jika banyak darah yang keluar dari tubuh, akan banyak pula jumlah kalsium yang keluar dari tubuh, sehingga pengurangan atau penyerapan kalsium dari tulang semakin besar dan menandakan bahwa tulang semakin rapuh dengan berkurangnya kalsium tersebut.mr-kompas.Prof. DR. Made Astawan

Jumat, 16 Januari 2009

Senin, 12 Januari 2009

Cerita Anak-Anak Gaza

Cerita Anak-Anak Gaza

By Republika Newsroom
Cerita Anak-Anak Gaza

ANAK-ANAK GAZA: Aku mimpi tentang ayahku yang terbunuh

KOTA GAZA - Tidak ada tempat untuk bersembunyi lagi, bahkan di dalam bangunan. Sekolah PBB pun dihancurkan. Lebih dari 215 anak terbunuh sejauh ini sejak serangan militer Israel diluncurkan 27 Desember lalu. Namun bagi hampir semua anak, itu bukan bagian terparah dari mimpi buruk mereka.

Kehilangan ayak, ibu, saudara, saudari, paman, bibi, teman, ataupun tetangga, hampir setiap anak di wilayah yang dibombardir itu trauma berat. Trauma itu bisa dipastikan menjadi luka fisik dan mental yang akan bebekas lama.

Berikut adalah beberapa wancara dengan anak-anak Gaza.

Huda, 7 tahun

Aku benci perang ini. Aku dengar Israel akan datang ke rumah kami sesaat lagi, dan aku selalu bermimpi buruk tentang roket menghantam rumaku. Aku mimpi tentang ayahku yang terbunuh oleh salah satu roket dan leher ibuku yang terputus.

Dalam mimpi itu pula, aku mencari saudara lelakiku yang dibawa jauh oleh tank-tank Israel. Aku sedih, dan ingin bermain lagi di rumahku. Aku berharap tidak ada hal buruk terjadi.

Abed, 3 tahun

Aku tak suka kegelapan, yakni ketika suara hal-hal buruk mulai keluar meraung.

Ahmed Elwan, 6 tahun

Kami takut. Aku melihat banyak anak-anak terbunuh. Beberapa roket meluncur dekat rumah kami. Adik perempuanku menangis keras begitu pula ibuku. Ayahku saat itu sedang berada di rumah nenek. Aku tak ingin takut, aku ingin menjadi lelaki kuat untuk ibuku dan adikku.

Nasim Udawn, 14 tahun.

Aku sudah terbiasa dengan suara bom, tapi kali ini mereka lebih,dan lebih keras. Aku tinggal di kemah pengungsi Al Shati di Gaza, dimana beberapa rumah sekitar sudah hancur. Banyak orang terbunuh. Rumah kami dihantam oleh peluru besar.

Masalahku sekarang ialah adik lelakiku Nader, yang mulai menderita kencing tak dapat ditahan. Ia kini langsung menangis keras ketika mendengar suara misil.

Zeyda Nima, 12 tahun

Saya tidak takut dengan bom ataupun roket, tentu tidak, tapi saudara saya takut. Saya tidak peduli dengan suara-suara itu, namun saudara perempuan saya dibawa ke rumah sakit karena tidak dapat mendengar akibat suara-suara pesawat dan bom.

Yehia, 5 tahun

Anak lelaki itu begitu trauma hingga tak bisa bicara. Ibunya Zinat mengatakan sejak awal serangan Israel, ia langsung menderita kencing tak bisa ditahan akibat takut terhadap bom. Sang ibu menuturkan pula, anaknya pun menderita setiap malam akibat mimpi buruk.

Muhammad Jmasi, 6

Saya takut dengan suara bom ketika mulai mendekat rumah saya. Saya berlari ke ayah dan ia selalu mencoba menenangkan. Namun ketika ayah tidak ada lagi di sekitar kami, saya dan saudara lelakiku kini menjadi sangat ketakutan. Saya ingin bermain lagi dengan teman-teman saya di jalan, dan saya ingin bola baru untuk bermain sepak bola./IOL/it.mr-republika

Tokoh Gerakan Salafiyah

Tokoh Gerakan Salafiyah


Imam Ahmad bin Hanbal

Umat Islam di Indonesia biasa menyebutnya Imam Hambali,  pendiri Mazhab Hambali. Ia dikenal sebagai ulama yang berotak brilian. Kecerdasannya diakui para ulama besar di zamannya, Imam Syafi'i menjuluki muridnya itu sebagai imam dalam delapan bidang.
Imam dalam hadis, Imam dalam fikih, Imam dalam bahasa, Imam dalam Alquran, Imam dalam kefakiran, Imam dalam kezuhudan, Imam dalam wara', dan Imam dalam sunah.

Ibnu Taimiyah
Ibnu Taimiyah adalah ulama yang dijuluki beragam gelar, seperti  Syaikhul Islam, Imam, Qudwah, 'Alim, Zahid, Da'i, dan lain sebagainya. Nnama lengkapnya  "Ahmad bin Abdis Salam bin Abdillah bin Al-Khidir bin Muhammad bin Taimiyah An-Numairy al-Harrany al-Dimasyqy" Di usia mudanya, Ibnu Taimiyah sudah hafal Alquran dan mempelajari sejumlah bidang ilmu pengetahuan di Kota Damsyik kepada para ulama-ulama terkenal , kemudian ia  menjadi Bapak Pembaharuan Islam lewat gerakan Salafiyah yang dikembangkannya.

Ibnu Qayyim Al-JauziyahIa adalah seorang ulama, ahli tafsir, penghafal Alquran, ahli nahwu, usul fikih, ilmu kalam, dan juga seorang mujtahid (ahli fikih) kenamaan.
Nama lengkapnya Muhammad bin Abi Bakar bin Ayub bin Sa'ad Zur'i ad-Damsyiq.

Ia seorang cendekiawan Muslim dan ahli fikih kenamaan dalam mazhab Hanbali yang hidup pada abad ke-13 Masehi. Ulama yang bergelar Abu Abdullah Syamsuddin ini dilahirkan di Damaskus, Suriah pada 691 H/1292 M, dan wafat pada 751 H/1352 M.
Jamaluddin Al-Afgani
Adalah Jamaluddin al-Afgani as-Sayid Muhammad bin Shafdar al-Husain, dunia Islam mengenalnya sebagai seorang pemikir Islam,
Di tengah kemunduran kaum Muslimin, al-Afgani menjadi seorang tokoh yang amat mempengaruhi perkembangan pemikiran dan aksi-aksi sosial pada abad ke-19 dan ke-20.

Ia dilahirkan di Desa Asadabad, Distrik Konar, Afganistan pada tahun 1838, tahun 1879,ia membentuk partai politik dengan nama Hizb al-Watani (Partai Kebangsaan).


Muhammad Abduh Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Abduh bin Hasan Khairullah, dilahirkan di desa Mahallat Nashr di Kabupaten al-Buhairah, Mesir pada  1849 M dan wafat pada  1905 M. Pada usia 12 tahun, ia telah hafal kitab suci Alquran. pada tahun 1869 Abduh bertemu dengan seorang ulama' besar "Jamaluddin Al Afghani, sejak saat itulah ia kepada pemikiran Jamaluddin Al Afghani dan banyak belajar darinya.

Rasyid RidhaLengkap Muhammad Rasyid bin Ali Ridha bin Syamsuddin bin Baha'uddin Al-Qalmuni Al-Husaini, lebih dikenal dengan nama Muhammad Rasyid Ridha. Ia lahir di daerah Qalamun- Lebanon  pada  27 Jumadil Awal 1282 H bertepatan dengan tahun 1865 M.

Rasyid Ridha mengenal gagasan dua tokoh pembaru yang sangat dikaguminya, yaitu Jamaluddin Al-Afghani, seorang pemimpin pembaru dari Afghanistan, dan Muhammad Abduh, seorang pembaru dari Mesir. Ide-ide brilian yang dipublikasikan itu begitu berkesan dalam dirinya dan menimbulkan keinginan kuat untuk bergabung dan berguru pada kedua tokoh itu.

Sir Sayid Ahmad KhanDikenal sebagai seorang tokoh pembaru di kalangan umat Islam India pada abad ke-19. Dia dilahirkan di India pada  1817. Nenek moyangnya berasal dari Semenanjung Arab yang kemudian hijrah ke Herat, Persia (Iran), karena tekanan politik pada zaman dinasti Bani Umayyah. muchroji m ahmad jan2012.

munafik

يَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga. jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia ingkar, dan jika dipercaya ia berkhianat. (HR Bukhari)
Berbohong
Yang pertama, yang menjadi ciri orang munafik adalah bohong,   mengatakan sesuatu yang tidak benar kepada orang lain.  Contoh bohong dalam kehidupan keseharian adalah, bila ditanyakan orang yang dicari, dikatakan tidak tahu, atau tidak ada, padahal ia tahu atau orangnya ada di rumah. Tidak berangkat sekolah atau kerja dengan alasan sakit, padahal ia sehat. 
Ingkar Janji
Ciri ke dua ' ingkar janji' seorang munafik biasa bila berjnji tidak menepatinya.  misalnya seorang siswa berjanji tidak melanggar aturan sekolah, tapi selalu diulanginya. Seorang yang berjanji akan menyelesaikan urusannya dengan waktu tertentu, tapi dinggkarinya tanpa pemberitahuan.
Berhianat'
BekKhianat adalah ciri ketiga orang munafik, Contoh berkhianat yaitu seperti teman akran yang karena curhak banyak hal-hal yang sipatnya pribadi ia tahu, suatu saat ia ceritakan kepada orang lain. contoh lain, orang yang dipercaya untuk mengelola keuangan, tapi diselewengkan dalam penggunaannya - dikorupsi.

Dari keterangan hadist tersebut, jelas sudah ciri-ciri orang munafik, dan Allah sangat benji dengan ketiga ciri orang munafik tersebut. Karenanya Allah SWT mengancamnya dengan hukuman yang berat, sebagaimana difirmankan dalam Qs. 9.68 
وَعَدَ الله الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّقِيمٌ
Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela'nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal. ( QS. At Taubah 9:68 )
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيراً
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.  QS. An Nisaa 4:145.mrjan2012

mema'afkan

Alinsan mahallul khoto'i wannisyan - manusia itu tidak luput dari kesalahan dan lupa. Disadari atau tidak dalam keseharian beraktivitas seseorang sering melakukan kesalahan  kepada orang lain. Untuk menebus kesalahan itu, ia harus minta ma'af, namun sering kali untuk memulainya terasa sulit, karena itu pertanda mengakui kalau dirinya salah dan keliru. Katika ia berani, orang lain justru tidak mema'afkannya, karena untuk mema'afkan seseorang memang perlu jiwa besar, perlu keikhlasan yang tulus.

Sahabat nabi sekaliber Abu Bakar as-Shiddiq RA, sahabat terdekat Rasullah SAW, sempat bersumpah untuk tidak memaafkan kesalahan  Misthah bin Utsatsah dan tak lagi memberi nafkah kepadanya untuk selamanya, karena dianggap telah menuduh putrinya, Aisyah RA, yang juga istri Rasulullan SAW, berzina.  Atas sikapnya yang tak mau memaafkan itu, maka turunlah firman Allah SWT :

''...Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kalian tidak ingin Allah mengampuni kalian?Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.'' Qs An-Nuur ayat 22. Setelah turun ayat itu, Abu Bakar kemudian berkata, ''Ya, demi Allah, sesungguhnya aku senang jika Allah mengampuniku.' Ia lalu kembali memberikan nafkah kepada Misthah seperti sebelumnya.

Rasulullah SAW -pun berkali-kali mengalami penyiksaan, pengkhianatan, percobaan pembunuhan, dan serangkaian rangkaian rencana buruk dari kaum kafir, Seperti diriwayatkan Anas RA,  suatu hari, seorang perempuan Yahudi mendatangi Rasulullah SAW, dengan membawakan daging kambing yang telah diberi racun. Nabi SAW pun memakan daging kambing itu. Akhirnya, terungkaplah bahwa daging kambing itu telah dibubuhi racun oleh wanita tersebut.Namun Rasulullah dengan keagungan akhlaknya tetap mea'afkannya.

Abdullah al-Jadali berkata, ''Aku bertanya kepada Aisyah RA tentang akhlak Rasulullah SAW, lalu ia menjawab, 'Beliau bukanlah orang yang keji (dalam perkataan ataupun perbuatan), suka kekejian, suka berteriak di pasar-pasar atau membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan orang yang suka memaafkan.'' (HR Tirmidzi; hadis sahih).
Umat Islam diperintahkan untuk memaafkan kesalahan orang lain kepadanya. Rasulullah SAW  bersabda, ''Orang yang hebat bukanlah orang yang menang dalam pergulatan. Sesungguhnya orang yang hebat adalah orang yang (mampu) mengendalikan nafsunya ketika marah.  Memaafkan  dan mengampuni juga merupakan perbuatan yang diperintahkan Sang Khalik kepada umatnya.

Dalam surah al-A'raaf ayat 199, Allah SWT berfirman, ''Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.''  Pada surah al-Hijr ayat 85, Allah SWT kembali berfirman, ''Maka maafkanlah -mereka- dengan cara yang baik.''
muchroji m ahmad

The power of istiqomah

The power of istiqomah
Secara sederhana istiqomah dapat diartikan sebagai sikap komitmen seseorang dalam suatu keyakinan, atau keyakinan untuk melaksanakan sesuatu dengan penuh konsistensi dan kesungguhan hati. Dalam makna lain istiqomah dapat diibaratkan seperti jalan lurus layaknya  trak lari sprint, yaitu jalan yang tanpa liku-liku yang harus dilaku seseorang tanpa condong ke kanan atau ke kiri, melainkan  ia tetap berjalan lurus dalam keadaan taat sesuai aturan dan tuntunan agama, bahasa agama  kita  ketahui sebagai sikap teguh berpendirian  berpegang kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits.
Dengan demikian,  istiqomah merupakan sikap hidup yang harus ditempuh seorang muslim dengan berpegang pada tuntunan Islam -Al Qur’an dan Al Hadist dalam menjalani kehidupan sebagai kholifah fil-ardi. Dalam kisah Abu Amru Sufyan  bin Abdullah As Tsaqafi ra pernah meminta nasihat kepada Rasulullah saw untuk  memandu jalan hidupnya. Ia bertanya, “Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku suatu kalimat yang menyimpulkan pengertian Islam, sehingga saya tidak perlu bertanya kepada yang lain.” Kemudian Rasulullah Saw menjawab, “Katakanlah aku percaya kepada Allah, kemudian tetaplah lurus ( istiqamah - konsisten ) dengan pengakuan itu.” ( HR. Muslim ).
Dalam surah Fussilat Allah berfirman
Katakanlah: "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka tetaplah teguh pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukanNya.,Surah Fussilat, 41. 6)

Orang yang istqomah senantiasa menjalankan hidupnya dengan mantap, tidak ada keraguan sedikitpun dalam keyakinannya, karena sesuatu yang dilakukannya dilandasi oleh penyerahan lillahi ta’ala.
dalam surah al-An’am Allah berfirman:
Katakanlah (wahai Muhammad) “Sesungguhnya solatku, ibadatku, hidup dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan sekelian alam” Al- An’am 6.162.Dalam surah lain, Az-Zariyat ayat,51. 56 difirmankan :
“Tidak Aku (Allah) menciptakan jin dan manusia, melainkan untuk menyembah (beribadat) kepada-Ku”.
Seorang pedagang yang istiqomah akan selalu berlalku jujur, baik itu timbangannya atau juga kualitas barang dagangannya. Ia yakin dengan cara demikian akan mendapatkan keuntungan yang terus menerus mengalir walaupun tidak banyak keuntungan yang didapat. Orang akan berbelanja kepadanya karena kebenaran timbangannya, ketimbang hanya sekali karena curang, walaupun keuntungan yang diperolehnya cukup besar, tapi membuat menyesal dan tidak kembali lagi.
Demikian halnya dengan profesi lainnya, ia akan melakukan tugasnya dengan benar, sesuai aturan mainnya. Ia tidak akan curang, apalagi KKN – korupsi, kolusi dan nepotisme. Kendatipun halangan atau rintangan menghadang ia  tetaptidak mengendurkan semangat, bahkan menghentikan langkahnya untuk tetap di jalan yang benar. Menurutnya hidup layak hanya bisa dicapai dengan cara bekerja keras, memeras keringat banting tulang. Bukan dengan cara menipu, KKN, apalagi berdusta. Kalaupun dapat hidup layak dengan cara yang tidak semestinya, sesungguhnya ia telah mendudukkan diri dalam ketidaktenangan lahir batin yang menyusahkan diri dan seluruh keluarganya.
Menurut keyakinannya, seorang Muslim haram berbuat dusta dan KKN dalam usahanya mencari rezeki untuk keluarga. Bahkan, Islam tidak suka kepada orang yang bekerja secara tidak baik alias kerja asal jadi. Sebaliknya, Islam sangat mencintai hamba-hamba Allah yang tekun, cermat, hati-hati, serta penuh inovasi dalam bekerja atau menjalankan tugas-tugas yang diembannya. Sabda beliau
"Sesungguhnya Allah senang bila seorang di antara kalian melaksanakan tugas dengan cermat." (HR Baihaqi).
Demikian sekelumit istiqimah yang sempat saya tahu, dalam hal ini perlu diingat adalah untuk tetap  istiqamah seseorang memerlukan ilmu. Dengan ilmu, seseorang dapat mengetahui posisi jalan dan bagaimana ia harus bertindak, dan tidak akan berhenti hingga mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu ridha Allah SWT.
Semoga kita semua termasuk yang selalu istiqomah, bekerja dengan niat yang lurus dan ikhlas karena Allah. Firman Allah''QS Fushshilat 41: 30
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". Amin. sbg pengantar diskusi. Muchroji m ahmad.

Yahudi dalam Alquran

Yahudi dalam Alquran

By KH Didin Hafidhuddin MSc
Yahudi dalam Alquran
Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan ingatlah pula bahwasanya Allah telah melebihkan kamu atas segala umat. (QS 2: 47). Ayat tersebut di atas dan beberapa ayat Alquran lainnya seperti Albaqarah ayat 122 diturunkan kepada orang-orang Yahudi yang hidup di zaman Nabi saw.

Ayat-ayat tersebut untuk mengingatkan mereka, betapa Allah SWT telah banyak memberikan nikmat kepada para nenek moyang mereka, antara lain dengan memiliki kecerdasan yang tinggi, dan banyaknya Nabi-nabi yang berasal dari kalangan mereka. Akan tetapi mereka berubah menjadi suku bangsa yang sombong, takabur, mempermainkan ayat-ayat Allah dan ajaran agama, bahkan tidak segan-segan mereka membunuh para Nabi mereka sendiri dan membunuh para dai yang selalu menyeru kepada kebaikan.

Firman Allah: Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyeru manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka, bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih (QS 3:21).

Demikian pula perilaku orang-orang Yahudi di zaman Nabi saw, hampir relatif sama dengan para nenek moyangnya. Mereka sangat membenci, hasad, iri, dan dengki terhadap Nabi saw dan para sahabatnya. Mereka berusaha dengan berbagai macam cara (halus maupun kasar) agar kaum Muslimin meninggalkan ajaran agamanya dan kembali menjadi kufur seperti mereka.

Firman-Nya: Sebagian besar Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran, setelah kamu beriman, karena dengki yang timbul dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran ... (QS 2: 109).

Sejarah juga telah mencatat, bahwa hampir seluruh perjanjian yang dibuat antara mereka dan Rasulullah saw, selalu mereka khianati. Karena itu, tidaklah mengherankan jika sekarang pun mereka melakukan hal yang sama. Mengkhianati hampir seluruh perjanjian damai dengan bangsa Palestina, bahkan dengan congkaknya mereka pun tidak mau tunduk kepada resolusi-resolusi yang telah dihasilkan Dewan Keamanan PBB tentang perdamaian Timur Tengah.

Sesungguhnya sikap arogan mereka ini adalah pengulangan sejarah yang telah pernah terjadi sebelumnya, sekaligus sebagai bukti kebenaran firman Allah SWT yang bersifat mutlak absolut dan universal. Karena itu, apa pun alasannya, hendaknya pemerintah tidak membuka hubungan dagang, apalagi hubungan diplomatik, dengan Israel (baca: Yahudi dan Zionis), karena hanyalah akan merugikan kita semua, sebagai bangsa yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Apalagi Alquran dan sejarah perjalanan kehidupan umat sudah memberikan peringatan kepada kita semua, kecuali jika kita memang akan menjadi bangsa yang sombong seperti mereka yang sudah tidak peduli lagi pada ayat-ayat Allah SWT. Wallahu 'alam bi ash-shawab. - ah.mr-republika

kerja jangan minta


KERJA JANGAN MINTA
"Siapa merasa cukup, Allah mencukupkannya. Siapa memelihara diri -dari minta-minta-, Allah pun memeliharanya."  (HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad).

Salah satu pelajaran yang dapat dipetik dari khutbah Rasulullah di atas, adalah bahwa manusia dilarang meminta-minta sebagai profesi atau usaha. Karena bukan saja menunjukkan kemalsan tiada usaha, yang demikian itu juga merusak mental dan perbuatan tercela,  firman Allah Qs al-Baqarah 2:273


لِلْفُقَرَاء الَّذِينَ أُحصِرُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ لاَ يَسْتَطِيعُونَ ضَرْباً فِي الأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاء مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُم بِسِيمَاهُمْ لاَ يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافاً وَمَا تُنفِقُواْ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللّهَ بِهِ عَلِيمٌ 

'Berinfaklah- kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.
Qs 39:39

قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَى مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

Katakanlah: "Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja (pula), maka kelak kamu akan mengetahui,QS. Az-Zumar 39:39 
Selain itu bekerja merupakan suatu pertanda keberadaan manusia. Tanpa kerja, manusia sama dengan tidak ada-wujuduhu ka `adamihi. Di samping juga penting, karenakerja menjadi satu-satunya jalan agar manusia bisa mengaktualisasikan bakat-bakat dan kemampuan yang dimilikinya, sehingga ia  dapat membebaskan diri dari ketergantungan secara ekonomi dengan pihak-pihak lain, dapat berinvestasi kebaikan untuk kebahagiaannya sendiri di dunia dan akhirat.
Dari itu, sekali lagi berusa dan bekerjalah Qs 62:10

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيراً لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ 

'Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak- banyak supaya kamu beruntung'. QS. Al Jumuah 62:10
demikian sesunggunya etos dan pesan moral yang disampaikan Nabi SAW, yaitu  bekerja dan jangan minta-mita. muchroji m ahmad

Fitrah Manusia

Fitrah Manusia

By Penulis : Ir Dina Dermawan
Fitrah Manusia
Yang membedakan agama Islam dengan agama lainnya, selain ajaran ketuhanannya, juga perhatian terhadap hakikat kecenderungan pemikiran manusia. Islam sangat positive thinking terhadap kecenderungan akhlak manusia terhadap kebenaran. Sebaliknya, agama non-Islam sangat negative thinking terhadap kecenderungan akhlak manusia terhadap kebenaran.

Pemikiran yang negative thinking terhadap manusia, pada hakikatnya, sangat membahayakan peradaban manusia. Jerry Falwell, pemimpin kaum fundamentalis Kristen Amerika, sangat negative thinking terhadap manusia. Mengutip Kitab Injil, ia mengatakan Katanya manusia pada dasarnya jahat. Karena itu, ia mengutuk keras kaum liberal Amerika yang berpikiran bahwa manusia pada dasarnya baik.

Padahal pendapat kaum liberal Amerika sangat mendekati kebenaran, tinggal ditambah dengan kesadaran akan adanya kekuatan Tuhan. Dalam Islam (QS 30:30) disebutkan manusia diciptakan berdasarkan fitrah Allah. Artinya, manusia pada hakikatnya mengandung keyakinan akan kebenaran dalam ketuhanan dan berakhlak di antara sesama manusia.

Selain manusia, Allah juga menciptakan makhluk lain, seperti malaikat dan jin. Sewaktu Allah menciptakan manusia, Iblis takabur dan berjanji akan menyesatkan keturunan Adam dan isterinya. Karena itu, Allah mengilhami manusia jalan yang baik dan buruk (jalan setan), lihat QS 91:8-10.

Beruntunglah manusia yang selalu berada di lingkungan yang bersih dan benar, karena fitrahnya akan selalu muncul dan menghidupi kehidupannya. Sebaliknya manusia akan celaka, bila berada dalam lingkungan yang kotor dan jahat, karena fitrahnya akan tertutupi dan tertekan. Dalam kondisi ini, manusia ada kemungkinan berakhlak jahat. Walaupun demikian, tetap saja fitrahnya akan selalu muncul bila lingkungannya menjadi baik. Karena itu, dalam Islam pintu taubat selalu terbuka.

Untuk lebih jelasnya, lihat hadis Muslim yang artinya, ''Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah; kedua orangtuanyalah yang menjadikannya penganuat agama Yahudi, Nasrani, atau Majusi.'' Fitrah di sini adalah tauhid (naluri mengesakan Allah). Selain itu, fitrah manusia juga berupa semangat beribadah yang benar, selalu mengemban amanah, mempunyai jiwa kepemimpinan (khilafah) yang adil, dan insan sosial.

Supaya fitrah-Nya selalu menghidupi kehidupannya, manusia dituntut untuk berpikir akan kehidupan dalam bertetangga, berkeluarga, kepemimpinan, beribadah, dan berketuhanan yang esa. Maka dari itu, Alquran dalam isinya, baik dalam posisi menyuruh atau menyindir manusia, selalu memakai kata-kata ''afala ta'qilun'' atau ''afala yatafakarun''.

Proses berpikir merupakan awal kehidupan yang menuju kebaikan dan keberkahan. Beragama tanpa berpikir merupakan jalan setan untuk menjauhkannya dari fitrahnya. Selanjutnya menjerumuskan manusia pada kehidupan yang penuh kemungkaran dan kenistaan. - ah.mr-republika

Bahasa Allah

Bahasa Allah

By Syaefudin Simon
 Bahasa Allah
Ketika kecil, kita sering mendengar dari orang tua berbagai kisah yang menggambarkan tentang keadilan Allah SWT. Di antara kisah itu diceritakan ada seorang yang pernah meragukan keadilan Allah ketika membandingkan buah semangka dan beringin. Mengapa pohon semangka itu kecil, padahal buahnya besar -- sedang beringin sebaliknya? Ketika orang itu sedang asyik mengamati 'ketidak-adilan' pada pohon beringin itu, tiba-tiba beberapa buah pohon beringin jatuh dan mengenai kepalanya.

Seketika itu ia langsung beristighfar, ''Allah Mahaadil. Coba seandainya buah beringin sebesar semangka, tentu muka saya sudah hancur.'' Sebelum mengakhiri cerita itu, orang tua kita lalu menyimpulkan bahwa itulah cara Allah memperingatkan hamba-Nya. Orang tadi beruntung karena cepat menyadari kekeliruan jalan pikirannya terhadap keadilan Allah. Ia peka akan 'tanda-tanda' alam sebagai 'bahasa' Tuhan yang mengingatkan kesalahan pandangannya.

Tanda-tanda alam sebagai 'bahasa' Tuhan sesungguhnya tidak hanya terdapat pada kisah orang tua kita di atas. Dalam kehidupan sehari-hari kita juga sering mendapatkan berbagai peringatan dari 'bahasa' Allah itu. Dalam sejarah Islam, misalnya, 'bahasa' Allah untuk memberitahukan kepada manusia tentang kerasulan Muhammad saw, ditunjukkan dengan beraraknya awan yang selalu menaungi beliau ke mana pergi. Banyak rabbi Yahudi, antara lain Buhaira, masuk Islam setelah membaca 'bahasa' Allah tersebut.

Barangkali, kita juga sering diingatkan Allah akan kekeliruan langkah dan perilaku kita dengan bahasa-bahasa alam semacam itu. Tapi, karena kita kurang peka, peringatan-peringatan tersebut sering kita abaikan hingga akhirnya kita terkena bencana.

Sesungguhnya Allah masih terus mengingatkan hamba-hamba-Nya dengan bahasa-bahasa alam. Ketika kita menyaksikan sepotong daun yang layu dan jatuh, itu sesungguhnya 'bahasa' Allah untuk mengingatkan kita bahwa pada saatnya kedudukan daun yang terletak pada setiap bagian pohon akan lengser juga.

Ibn Al-Arabi memandang alam sebagai simbol-simbol eksistensi Tuhan. Karena itu, kejadian sehari-hari di alam bisa merupakan 'perumpamaan' dari 'bahasa' Allah. Alquran menjelaskan, ''Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun bagi orang yang beriman, mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka. Tapi mereka yang kafir mengatakan, ''Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?'' Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah dan dengan perumpamaan itu banyak pula yang diberi petunjuk ... (Al-Baqarah: 26).

Saat ini, di zaman reformasi, 'bahasa' Allah tak hanya ditunjukkan melalui bahasa-bahasa alam yang halus, tapi melalui 'bahasa-bahasa' manusia yang nyata dan terang benderang. Lihat saja, betapa banyak penguasa dan hartawan yang dulu sangat dihormati dan disembah-sembah, tiba-tiba kini dicemooh orang. Itu semua terjadi karena mereka tak mau memperhatikan 'bahasa' Allah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. - ah.mr-republika

Keutamaan Akhlak

Keutamaan Akhlak

By Republika Newsroom

"Muslim yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya." (HR Tirmidzi dan Ahmad).Hadis ini mengungkapkan hal yang sangat penting dalam Islam, yaitu akhlak. Selain masalah tauhid dan syariat, akhlak memiliki porsi pembahasan yang sangat luas.

Secara etimotogi akhlak terambil dari akar kata khuluk yang berarti tabiat, muruah, kebiasaan, fitrah, atau naluri. Sedangkan secara syar'i, seperti diungkapkan Imam Al-Ghazali, akhlak adalah sesuatu yang menggambarkan perilaku seseorang yang terdapat dalam jiwa yang baik, yang darinya keluar perbuatan secara mudah dan otomatis tanpa terpikir sebelumnya.

Jika sumber perilaku itu didasari oleh perbuatan yang baik dan mulia, yang dapat dibenarkan oleh akal dan syariat, maka ia dinamakan akhlak yang mulia. Namun, jika sebaliknya, maka ia dinamakan akhlak yang tercela. Abu Hurairah ra. mengabarkan bahwa suatu saat Rasulullah SAW pernah ditanya tentang kriteria orang yang akan masuk syurga. Beliau menjawab, "Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik" (HR Tirmidzi dan Ahmad).

Tatkala Rasulullah SAW menasihati sahabatnya, beliau menggandengkan nasihat untuk bertakwa dengan nasihat untuk berakhlak baik pada manusia. Ada sebuah riwayat dari Abi Dzar Al-Ghiffary bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bertakwalah kepada Allah di manapun engkau berada dan balaslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya kebaikan itu akan menutupi kejelekan dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik" (HR Tirmidzi).

Benar, tauhid adalah inti dan pokok ajaran Islam yang harus selalu diutamakan. Namun, hal ini tidak berarti mengabaikan akhlak sebagai penyempurna. Tauhid dan akhlak sangat berkaitan erat, karena tauhid adalah realisasi akhlak seorang Muslim.

Seorang yang bertauhid dan baik akhlaknya berarti ia adalah sebaik-baik manusia. Makin sempurna tauhid seseorang, akan semakin baik pula akhlaknya. Sebaliknya, tatkala seorang hamba memiliki akhlak buruk, berarti akan lemah pula tauhidnya. Akhlak adalah tolak ukur kesempurnaan iman seseorang. Rasulullah SAW bersabda, "Orang Mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya" (HR Tirmidzi dan Ahmad).

Setidaknya ada enam dimensi akhlak dalam Islam, yaitu:
1. Akhlak kepada Allah SWT. Diaplikasikan dengan cara mencintai-Nya, mensyukuri nikmat-Nya, malu berbuat maksiat, selalu bertobat, bertawakkal, dan senantiasa mengharapkan limpahan rahmat-Nya.

2. Akhlak kepada Rasulullah SAW. Diaplikasikan dengan cara mengenalnya lebih jauh, kemudian berusaha mencintai dan mengikuti sunnah-sunnahnya, termasuk pula banyak bershalawat, menerima seluruh ajaran beliau dan menghidupkan kembali sunnah-sunnah yang beliau contohkan.

3. Akhlak terhadap Alquran. Diaplikasikan dengan membacanya penuh perhatian, tartil. Kemudian berusaha untuk memahami, menghapal, dan mengamalkannya.

4. Akhlak kepada orang-orang di sekitar kita, mulai dari cara memperlakukan diri sendiri, kemudian orangtua, kerabat, tetangga, hingga saudara seiman.

5. Akhlak kepada orang kafir. Caranya adalah dengan membenci kekafiran mereka. Namun, kita harus tetap berbuat adil kepada mereka. Agama memperbolehkan kita berbuat baik pada mereka selama hal itu tidak bertentangan dengan syariat Islam, atau untuk mengajak mereka pada Islam.

6. Akhlak terhadap lingkungan dan makhluk hidup lain. Caranya dengan berusaha menjaga keseimbangan alam, menyayangi binatang, melestarikan tumbuh-tumbuhan, dan lainnya. Wallahu a'lam. mr-republika.KH Abdullah.

Minggu, 11 Januari 2009

Tahun Baru Hijriah

Tahun Baru Hijriah


Oleh Alwi Shahab

Dalam melaksanakan tugasnya di Makkah, Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya dihadapkan pada masyarakat jahiliyah. Para penyembah berhala, mabuk-mabukan, dan biasa melakukan kejahatan, termasuk membunuh bayi-bayi perempuan hidup-hidup. Dalam lingkungan demikianlah, Allah mengutus Rasulullah guna memperbaiki akhlak manusia di dunia ini.

Karenanya, ketika Nabi memulai tugasnya, kaum kafir Quraisy segera membangkitkan sikap permusuhan kepadanya. Kalau semula berbentuk cemoohan dan serangan-serangan verbal lainnya, kemudian berkembang lebih kejam lagi. Nabi dan para pengikutnya dikejar-kejar dan dianiaya. Hingga Nabi mengizinkan sebagian dari mereka untuk mencari keamanan di Abesinia (Ethiopia). Rajanya Najasyi (Negus) dikenal adil dan bijaksana.

Kematian istrinya, Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib, pada saat hampir bersamaan, yakni tahun ke-10 dari kenabian, membuat kehidupan dan ruang geraknya semakin sempit. Sehingga, tahun itu dikenal sebagai Am-al-Huzn (tahun duka cita). Dan, serangan kaum kafir Quraisy makin menjadi-jadi. Pada tahun ke-11 kenabian inilah Nabi hijrah ke Yatrib (Madinah) ditemani Abu Bakar. Sementara itu, Nabi memerintahkan Ali tidur di tempat tidurnya, ketika kediaman beliau dikepung kafir Quraisy yang hendak membunuhnya.

Setibanya di Yatrib (Madinah) yang mendapat sambutan penduduknya, Nabi membangun landasan utama bagi terbentuknya masyarakat yang baru yang Islami. Pertama, membangun masjid sebagai pusat kegiatan rohani. Kedua, mempersaudarakan seluruh kaum Muslimin, khususnya antara orang yang hijrah dari Mekah ke Madinah (Muhajirin), dan penduduk asli Madinah (Anshar).

Dalam persaudaraan ini, sejarah mencatat bagaimana pihak Anshar bersedia memberikan apa saja yang mereka miliki untuk saudara-saudaranya kaum Muhajirin. Menjelang Perang Badar, pasukan Anshar yang berbaiat kepada Nabi menegaskan janji setianya. ''Demi Allah yang mengutus tuan dengan hak, andai kata tuan mengajak kami mengarungi laut niscaya kami akan tempuh tanpa ada seorang pun yang absen. Dan kami tak akan segan tuan hadapkan kami dengan musuh. Majulah tuan dengan berkat Allah.''

Sejarah Islam dengan gemilang mencatat bagaimana kaum Muslimin, Anshor dan Muhajirin, bahu-membahu dan tanpa gentar menyumbangkan raganya dalam membela Islam. Peristiwa hijrah menandai berakhirnya masa pra Islam (jahiliyah), dan babak baru dalam sejarah kegemilangan Islam. Satu pesan peristiwa hijrah yang layak kita catat adalah: tidak ada yang tak bisa diraih bila kita bersatu dan rela mengesampingkan kepentingan pribadi demi kepentingan yang lebih luas. Ini pula yang semestinya kita lakukan.mr-republika

Perubahan

Perubahan

Oleh A Ilyas Ismail

Pergantian tahun, baik Hijriyah maupun Masehi, memperlihatkan makna perubahan. Perubahan mengandung arti pergeseran (taghayyur) atau gerakan (harakah) menuju kesempurnaan atau kualitas yang lebih baik.

Seorang dikatakan berubah, demikian menurut Syekh Yusuf Qaradhawi, bila telah bergeser atau bergerak dari posisinya semula (yataharrak `an wujudih al-awwal). Tanpa pergeseran atau pergerakan maka tak terjadi makna perubahan.

Perubahan menjadi penting dalam kehidupan ini sekurang-kurangnya karena tiga alasan. Pertama, perubahan merupakan tanda kehidupan (`alamt al-hayah). Ini berarti, hidup tanpa perubahan sama dengan mati.

Kedua, perubahan adalah watak dari alam ini. Setiap benda, termasuk manusia terkena hukum perubahan. Tak ada yang tidak berubah di alam ini, kecuali perubahan itu sendiri.

Ketiga, di balik setiap perubahan terkandung harapan. Maka, dalam setiap pergantian tahun, timbul harapan semoga kita lebih baik daripada sebelumnya.

Dalam konteks kedatangan Nabi Muhammad SAW, perubahan yang dilakukan adalah transformasi sosial dan kultural Arab jahiliyah ke dalam sistem Islam. Transformasi ini menjadi misi penting Muhammad SAW seperti dipesankan Alquran, ''Alif, laam raa. (ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka.'' (QS Ibrahim [14]: 1).

Perubahan tidak terjadi sendiri dan tak datang dari langit secara taken for granted. ''Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri.'' (QS Al-Anfal [8]: 53).

Untuk terjadinya perubahan, apalagi perubahan besar yang mengubah kehidupan (transformatif), diperlukan lima syarat sebagai pendukung. Pertama, mindset, pola pikir dan niat yang kuat untuk maju dan berubah. Kedua, knowledge, ilmu sebagai landasan perubahan.

Ketiga, strategic plan, program unggulan sesuai ilmu dan human capital yang dimiliki. Keempat, act (amal), yaitu tindakan yang dapat mengubah kemungkinan menjadi kenyataan.

Kelima, sikap pantang menyerah. Rencana perubahan gagal di tengah jalan atau hanya berumur pendek sering kali hanya karena kita tidak memiliki sifat yang satu ini.

Semoga kita bisa memaknai pergantian tahun dengan rencana perubahan yang akan membawa kehidupan kita lebih baik. Ingat, Islam mengajarkan agar hari ini lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.mr-republika

Spirit Muharram

Spirit Muharram

Oleh Ahmad Syaikhu

Seiring bergulirnya waktu, usia bumi kian bertambah. Jika diibaratkan manusia, kiranya bumi layaknya seorang tua renta yang berbadan bungkuk, bertumpukan tongkat, berkulit keriput, dan berambut putih. Ini menunjukkan bahwa perubahan waktu adalah perubahan dalam berbagai aspek. Adapun yang tampak secara kasatmata adalah perubahan fisik.

Muharram secara bahasa adalah derivasi dari kata harama-yahrumu yang berarti mencegah atau melarang. Muharram sendiri bermakna dilarang atau diharamkan. Allah SWT menyebut bulan ini dalam Alquran di antara empat bulan yang dimuliakan.

''Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan. Dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu. Dan, perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kamu semuanya dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.'' (QS Attaubah [9]: 36).

Para ulama mengemukakan, maksud dari ayat ini adalah Allah SWT melarang terjadinya peperangan dan hal sejenisnya yang termasuk kategori perang lantaran kemuliaan bulan ini. Larangan di sini adalah sebagai penekanan betapa Muharram adalah bulan yang mulia dan merupakan syahrullah (bulan Allah).

Secara akumulasi bulan Muharram kini beranjak pada usia 1430 Hijriah yang bertepatan dengan 2009 Masehi. Bertambahnya usia menandakan bertambahnya kemantapan dan kedewasaan sikap. Dengan beralihnya tahun, berarti spirit untuk memulai lembaran baru menuju langkah-langkah yang penuh optimistis dan rencana-rencana mantap mulai kian digelorakan. Jangan sampai tahun baru hanya sebagai euforia tanpa makna. Apalagi, di tengah gegap-gempitanya dunia yang sedang morat-marit akibat krisis global.

Alangkah indahnya jika Muharram dijadikan start awal untuk merefleksikan kehendak Allah. Dalam hal ini menyatukan visi bersama dan menundukkan kepentingan parsial. Yaitu, sebagaimana gambaran historis hijrah, merajut kembali tali ukhuwah dari nafsu pibadi dan kelompok. Karena, sejatinya kekuatan ukhuwah akan menampilkan nilai luhur Islam yang tinggi.

Menguatkan keimanan, membina moralitas, menolong kaum mustada'fiin (kaum yang lemah) adalah sekelumit contoh dari permasalahan umat yang lebih prioritas. Lebih lanjut, Muharram adalah momentum untuk meningkatkan etos diri, baik ukhrawi maupun duniawi. Berbenah diri dari kesalahan guna menyongsong hari esok yang lebih baik. Sebab, itulah hakikat hidup. Wallahu a'lam.mr-republika

Meredam Amarah

Meredam Amarah

Oleh Muhammad Gufron Hidayat

''Barang siapa yang menghilangkan kemarahannya, Allah SWT akan menghilangkan siksa-Nya padanya.'' (HR Thabrani).
Dalam kitab Aafaatun 'Alaththariq karya Sayyid Muhammad Nuh, 'marah' bermakna tidak rela terhadap sesuatu dan iri dari sesuatu. Bila ditelisik dari segi psikologis, 'marah' dapat dimaknai keadaan jiwa yang menampakkan diri dengan suatu perubahan yang jelas pada tubuh.

Ketika marah, hati dan pikiran tertutup. Tindakan yang dilakukan pun menjadi tidak didasari pada akal pikiran yang sehat, kata-kata yang terlontar juga menjadi tidak terkendali.

Dalam menjalani kehidupan ini, berbagai persoalan acap kali menghampiri. Harapan kadang tidak sesuai dengan kenyataan. Jika keadaan ini tidak diterima dengan lapang, amarahlah yang muncul. Berbagai peristiwa penyiksaan kerap kali muncul lantaran amarah.
Demikian pula, peristiwa pembunuhan sering kali disebabkan si pelaku dalam keadaan marah. Bukankah marah sangat berbahaya?

Jauh-jauh hari Rasulullah SAW mengingatkan, ''Neraka Jahanam itu memiliki satu pintu yang tidak dapat dilalui, kecuali oleh orang yang sering melampiaskan amarahnya.'' (HR Abu Dunya, Bazzar, dan Baihaqi).
Karena itu, Islam senantiasa mengingatkan umatnya agar mampu meredam amarah. Dikisahkan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW dan Siti Aisyah RA sedang duduk bersama, lalu datanglah seorang Yahudi mengucapkan, ''Assaamulaikum,'' (kecelakaan bagi kamu), dengan maksud ingin mengusik Rasulullah.

Seketika, Siti Aisyah menjawab, ''Wa'alaikumussaam,'' (kalianlah yang celaka). Mendengar jawaban itu, Rasulullah SAW pun menegur, ''Cukuplah mengucapkan, 'Wa'alaikum,' (juga atas kalian), dan itu sudah cukup''.

Imam Al-Ghazali mengingatkan, kiat untuk mengendalikan amarah, yaitu dengan memahami keutamaan mengendalikan amarah, memaafkan, sikap lemah lembut, dan tegar dengan mengharap ridha serta balasan baik dari Allah SWT. Sejalan dengan itu, sabda Rasulullah yang menganjurkan untuk berwudhu ketika amarah memuncak selayaknya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh umat.

''Apabila salah seorang kamu marah, hendaklah ia segera berwudhu dengan air dingin. Karena, marah itu bersumber dari api.'' (HR Abu Daud). Semoga kita bisa mengamalkan nasihat Rasulullah SAW agar tercipta kehidupan yang indah penuh kasih sayang. Wallahu'alam.mr-republika

Shalat Khusyuk

Shalat Khusyuk

Oleh Ruslani

Khusyuk dalam shalat adalah buah keimanan dan hasil keyakinan akan keagungan Allah SWT. Shalat khusyuk akan mampu membersihkan karat-karat yang ada di hati.''Sesungguhnya, beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.'' (QS Almu'minun [23]: 1-2).

Lalu, bagaimana caranya agar kita dapat merasakan kekhusyukan dalam beribadah? Khusyuk dalam beribadah, terutama shalat, ditimbulkan adanya keyakinan bahwa Allah melihat segala gerakan hamba-Nya.Seperti ditegaskan oleh Rasulullah SAW, ''Beribadahlah kepada Allah seolah-olah engkau dapat melihat-Nya. Maka, jika engkau tidak dapat melihat-Nya, sesungguhnya Allah melihatmu.'' (HR Muslim).

Menurut Imam Ghazali, untuk menuju shalat khusyuk, paling sedikit harus mengandung enam keadaan jiwa. Pertama, adanya kehadiran hati, yaitu mengosongkan hati dari segala sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan shalat. Timbulkanlah rasa malu, mengapa hati kita dapat hadir pada saat berhadapan dengan pejabat-pejabat tinggi negara, tapi lalai pada waktu menghadap Allah SWT yang Mahatinggi.

Kedua, adanya pemahaman yang mendalam mengenai makna yang diucapkan. Karena, dengan cara inilah, hati mempunyai pekerjaan sehingga tidak sempat mengingat hal-hal lain.Ketiga, adanya rasa takzim, yaitu keyakinan tentang keagungan Allah SWT dan keyakinan tentang kehinaan diri. Rasa takzim inilah yang menimbulkan kepasrahan, kerendahan hati, dan kekhusyukan beribadah.

Keempat, adanya rasa takut disertai pengagungan. Semakin kita mengenal sifat-sifat Allah, semakin bertambah pula rasa ini. Kelima, adanya rasa pengharapan, yaitu mengharapkan shalatnya dapat diterima dan diberi balasan di sisi Allah SWT. Terakhir, rasa malu yang disebabkan kelalaian dalam menaati perintah-perintah-Nya.

Dari uraian di atas, jelaslah bahwa untuk dapat menuju shalat khusyuk, terlebih dahulu harus menutup penyebab kesibukan hati. Usahakanlah paling sedikit setengah atau sepertiga dari shalat itu dilakukan dengan kesadaran sehingga kita masih tetap dapat memperoleh pahala.

Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW, ''Adakalanya seseorang bershalat, namun tidak diterima darinya setengahnya, seperempatnya, seperlimanya, seperenamnya, ataupun sepersepuluhnya. Sesungguhnya, shalat yang diperhitungkan bagi seseorang hanyalah sekadar yang dikerjakannya dengan sadar.''Mudah-mudahan, kita tidak termasuk dalam kategori orang-orang yang banyak mengerjakan shalat, sementara bagian yang didapatkan hanyalah lelah dan payah.mr-republika

Dear: Gani

Dear: Gani
Hai, sudah lama kita sepi dari sapa. Aku selalu rindu bertukar kata denganmu. Mungkin hanya untuk pertanyaan remeh-temeh seperti, ''Bagaimana senjamu di sana?'' atau sekadar, ''Tahukah kau kalau di sini terang masih saja setia?'' Karena berkabar denganmu sama seperti menyapa kegembiraan.

Aku tahu belakangan ini kau sangat sibuk. Dan, bagi laki-laki, sibuk berarti tidak punya waktu untuk hal-hal yang remeh-temeh. Itu membuatku tahu diri bahwa aku juga termasuk salah satu yang remeh-temeh untukmu. Bahwa aku adalah seseorang yang tidak perlu kau masukkan ke dalam daftar kesibukanmu. Pasti terlalu sederhana untukmu bila harus meladeni pertanyaanku tentang kenapa senja tampak murung. Atau ikut mengamati sampai kapan kesetiaan terang bisa bertahan. Dan, sudah pasti mentraktirku ngopi sambil lesehan di Alun-Alun Sidoarjo (seperti pertama kali kita bertemu) menjadi sesuatu yang amat mahal.

Baiklah, Gani, begini, apakah kau ingat dengan seorang laki-laki yang kau kenalkan padaku ketika terang masih perkasa? Yah, laki-laki seperkasa terang itu! Laki-laki yang meluncur deras dengan langkah seringan angin.

''Tahanlah dia,'' katamu ketika aku hendak menghindar. ''Semoga dia membawa kebaikan untukmu,'' kata-katamu membuatku terharu, Gani. Bukankah kau juga selalu baik padaku?

Maka, ia kutahan seperti menahan tatapannya yang bagai badik membidikku terlalu dalam.

''Namaku Q,'' ujarnya ketika aku bertanya siapa namanya.

Tiba-tiba saja dia membuat dadaku terbelah. Seperti keterbelahan yang kutemukan pada huruf Q. Bukankah Q seperti yin yang? Sebuah keutuhan yang membelah dalam bentuk dan warna. Dua belahan yang berlekuk untuk saling melengkapi lekuk yang lain. Karena dada tidak pernah utuh, bukan? Selalu ada nganga yang harus kita sembunyikan. Dan, kepada belahan yang satulah, kita harus memercayakan nganga itu untuk tertutupi. Lalu, apakah dia adalah belahanku yang satu itu? Aku tidak tahu, Gani. Tetapi, yang kutahu adalah rongga dadaku menjadi begitu longgar. Kerangkanya bergeser dan tak lagi bersekat. Maka, dia begitu mudah menerabas untuk menghuninya.

Gani, bagiku mengenal Q adalah bersentuhan dengan kebahagiaan. Sekali lagi kuulangi, kebahagiaan, Gani! Bukan sekadar kesenangan. Pasti kau tahu bedanya kebahagiaan dan kesenangan, bukan?

Ia seperti Sri Khrisna. Semua yang melekat padanya adalah keindahan. Wajahnya, langkahnya, senyumnya, matanya, kata-katanya, semua merdu dan ayem.

Ia seperti lagu yang tidak perlu nada do re mi fa sol la si do, tetapi mampu meninabobokanku. Ia sehangat cokelat yang kuhirup ketika gerimis tidak terlalu lebat, tetapi sudah cukup membuat tanah basah. Ia secokelat biji-biji kopi yang digerus, tembakau yang dirajang, juga daun-daun kering yang gugur di pengujung kemarau. Daun-daun yang menimpaku sampai mataku berkedip-kedip. Tetapi, aku tidak ingin menghindarinya. Mataku tidak pernah tuntas memandangnya. Karena debar terlalu berkuasa. Sehingga, setiap kali pandanganku selalu jatuh pada dinding, meja, dan lantai. Aku malu bila sampai terjatuh di dalam tatapannya. Di sana aku cuma menjadi penikmat getar yang dihantarkannya. Bisakah kau bayangkan itu, Gani?

Q adalah mimpi yang tidak pernah kumimpikan sebelumnya. Ia selalu memenuhi apa yang kuinginkan. Ia cukup bermantra ''sim sala bim'' maka hanya dalam dua detik, aku sudah menjadi putri dengan kemanjaan yang berkelimpahan. Bila aku ingin dia elang, maka dia elang yang kokoh tetapi cakar-cakarnya tidak mencengkeram. Bila aku ingin dia langit, maka dia langit yang teduh. Bila aku ingin dia tembang, maka dia geguritan yang mengharumkanku dengan ratusan wangi ratus. Bila aku ingin dia kisah, maka dia sediakan canting agar aku bisa menulis helai-helai malam. Maka, bila ini mimpi, aku tidak mau bangun, Gani.

Kami adalah sehati yang mendiami dua dada. Satu hati yang saling mengirim dan menerima getar dari semesta. Aku menyesal pernah mengabaikan getar itu. Bahkan ketika getar menjadi debar yang terasa nyut nyut nyut tetap saja kuanggap sebagai entah yang kupertuankan. Sampai ketika getar itu menjelma menjadi telur semesta yang berbisik dalam desis aneh, ''sssttt... ini aku...'', aku baru memercayainya sebagai tuanku yang bersuara tanpa bunyi. Maka, sekarang dengan setia kuerami rasa itu.

Tetapi, tiba-tiba ada perang yang membuat mimpiku retak!

Dengarlah, perang itu hiruk-pikuk seperti gemuruh Kurusetra. Di mana-mana ada suara yang memekakkan seperti jerit sangkakala. Prajurit-prajurit kecil harus bertempur melawan dengan gajah dan kuda. Hujan lembing dan panah menjadi badai yang menderu-deru. Riuhnya membuat katup-katup jantungku merenggang. Rasa yang kuerami itu tidak aman lagi bersembunyi di sana.

Di sana aku melihat Q seperti Hector, seperti Achilles, seperti Musashi. Dia bertarung tanpa pedang, tanpa samurai. Tetapi harus terus menebas. Lalu, tampaklah dia terkepung segerombolan orang yang berbicara dengan bahasa dari pulau-pulau tersembunyi. Orang-orang dengan bahasa yang tak kumengerti. Bahasa yang menggoreskan sayatan seperti irisan pedang dan samurai. Tidak berdarah, tetapi melukai. Dan kuratapi lukanya seperti tercucur cuka.

Perang itu seperti mata pisau yang membuat puisiku mati kata. Puisiku menderita sekali di sana. Takdir memakunya sehingga tidak bisa bergeser. Ah, tepatnya, puisiku tidak mau menggeserkan diri. Karena pada wajahnya, langkahnya, senyumnya, matanya, kata-katanya, pada Q tertancap sekujur puisi.

''Perang adalah sekumpulan manusia berkartu dua. Durna yang bisa menjelma menjadi Rahwana!'' Begitulah, kuserapahi perang. Aku terbakar kemarahan sendiri.

''Begitu bengiskah kau menilai Durna? Tahukah kau bila Durna seorang resi terkemuka? Durna semulia Bisma. Ia tidak membela Kurawa. Yang dibelanya adalah Hastinapura,'' Q menegurku dengan lemah lembut. Yah, Q selalu bicara dengan nada rendah yang lemah lembut padaku. Ia selalu menegurku dengan rasa. Karena itu pula, aku tidak pernah mampu membantahnya.

Tetapi, aku tidak kenal Kurawa atau Pandawa. Mereka semua petinggi-petinggi yang berebut Hastinapura. Sedangkan, tahta Hastinapura itu bukan apa-apa untukku. Aku cuma mencari Q. Aku cuma ingin Q. Sederhana saja, bukan?

Dan bila berbicara tentang Bisma, bisa saja kumengerti bila hidup dan matinya hanya untuk Hastinapura. Karena ialah sebenarnya pemilik takhta Hastinapura yang bersupata tidak akan jatuh cinta.

Tetapi, bagaimana dengan Durna? Ia resi, ia begawan, ia guru yang begitu dihormati Pandawa dan Kurawa. Ia yang mendidik anak-anak raja itu memanah, berkuda, bergulat, bertombak, bergada, sampai menjadi para satria terkemuka. Suaranya dipatuhi Pandawa dan Kurawa. Kupikir bila ia mencintai Hastinapura, tidak seharusnya ia biarkan Bharatayudha meluluhlantakkan negara yang dibelanya, bukan?

Oh, Gani, dalam mimpiku, kulihat Q adalah Ekalaya. Dia memuja Durna sebagai sang mahaguru. Tetapi, dia tidak bisa berguru padanya karena hanya seorang satria biasa dari kaum pemburu. Dia bukan anak raja. Juga bukan putra dewa. Lalu, bagaimana caranya agar bisa menjadi murid Durna? Maka, ia mengintip ketika Durna mengajar Arjuna. Kemudian, membuat arca Durna yang diakuinya sebagai guru. Sampai Arjuna memergokinya dan menantangnya bertanding panah. Maka, dua busur sama-sama direntang. Dua anak panah sama-sama melesat. Panah Arjuna memang tidak pernah luput dari sasaran. Tetapi, panah Ekalaya membelah panah Arjuna! (bukankah Q memang keterbelahan?)

Durna terkejut. Ia tidak menyangka ada satria lain yang bisa mengalahkan murid kesayangannya, Arjuna. Kemudian, ia menanyakan siapa guru Ekalaya? Dan ia mengatakan bahwa gurunya adalah Resi Durna.

Tahukah kau apa yang terjadi setelah itu, Gani?

Durna meminta Ekalaya melakukan dakshina. ''Bila kau menganggapku guru, maka potonglah ibu jari kananmu,'' pinta Durna pada Ekalaya sebagai bukti bakti dan patuhnya.

Ekalaya pun memotong ibu jari kanannya untuk dipersembahkan kepada gurunya. Walaupun ia tahu bahwa dengan pengorbanannya itu, ia tidak bisa lagi memanah dengan baik. ''Inilah bakti dan patuhku,'' ujarnya tanpa menyesali ibu jari kanannya yang hilang. Maka, tidak ada lagi satria panah yang bisa mengalahkan Arjuna.

Oh, Gani... Apakah seorang guru boleh memenangkan muridnya yang satu dengan menyakiti muridnya yang lain?

Pasti sakit. Tetapi, Ekalaya tidak menangisi panah dan meratapi busurnya. Justru aku yang menangisi dan meratapi Q. Aku menyesali jarinya yang terluka. Sakitnya itu air mataku, Gani!

Aku begitu pilu ketika menyadari ternyata sehati belum tentu berarti sepikiran. Gani, apakah sehati saja sudah cukup kuat untuk mengikat dua perasaan? Jawablah...

Mungkin kau keheranan dan akan bertanya padaku, ''Kenapa kau sekarang begitu cengeng?''

Sudah tentu aku menjadi cengeng ketika debar berubah menjadi ketir-ketir yang setiap saat menalu. Bukankah artinya aku harus mulai mempersiapkan hati untuk menerima rasa sakit dari pikiran yang berselipan? Padahal, bukankah hati kami satu rasa?

Aku ingat, kau selalu mengatakan bahwa aku selalu berbicara dengan hati. Padahal, hati tidak pernah dipakai oleh para samurai. Yang ada pada diri petarung adalah terus bertarung atau terpancung. Yang ada pada diri samurai hanyalah menebas atau ditebas. Yang ada pada Q adalah hari-hari berangin yang tidak tahu apakah langit akan teduh atau badai.

Lalu, apa yang ada padaku?

Aku selalu mengatakan pada Q bahwa yang ada padaku adalah mimpi. Memimpikannya tentu saja. Memimpikannya sebagai pangeran berkuda yang membawaku pergi dari perang itu. Pergi ke surga kecil yang kutemukan tanpa sengaja di pedalaman Bojonegoro.

Di sana ada sendang yang dikelilingi hutan bambu. Ketika angin bernapas, batang-batangnya saling bergesekan dan daun-daunnya saling berciuman. Angin juga menggugurkan sebagian dari mereka ke permukaan sendang. Mereka terapung-apung di sana, berpayung cabang pohon-pohon besar yang diselimuti humus dan lumut.

Lalu, rumah bambu itu tidak berdinding sehingga udara bebas lalu lalang. Sebebas kebahagiaan yang menerobos ke dalam hatiku. Dan lantainya dari besek bambu, atapnya dari daun dan pelepah kering yang dijalin satu dengan yang lain dengan tali tambang. Aku menghirup harum yang luar biasa ketika berada di dalamnya. Harum dari partikel udara yang menguap dari sela-sela daun dan pelepah itu. Aku tidak mau kehilangan kesempatan itu. Diam-diam kucuri harum itu. Kuselipkan ke dalam ingatanku.

''Di sana Eden, di sana Firdaus!'' kukatakan dengan menggebu. Karena tempat yang semula hanya bisa kutemukan di dalam kitab tiba-tiba saja tercipta. Kupikir, di tempat itu kehidupan akan berjalan abadi. Karena tidak ada perang di sana. Dan di sana terlalu indah untuk berkisah tentang Durna dan Rahwana. Sehingga, senja tidak akan pernah murung dan terang akan selalu setia. Tidak seperti neraka kecil yang pernah kujumpai di sebuah gedung tua di Jember. Tempat yang membuatku mengerti bahwa neraka tidak selalu panas api.

Bahkan, di dalam rumah bambu itu kutemukan banyak buku. Bukan buku baru seperti di toko buku. Tetapi, buku-buku yang halamannya sudah menguning dan lusuh. Dan, ketika kubuka, puisi berjatuhan dari lembar-lembarnya, bertebaran di atas lantai. Puisi itu tampak berkilauan seperti permata yang bergelantungan di ujung-ujung atap rumah bambu. Puisi yang selalu membuatku teringat bahwa ia adalah puisi.

Dan, seperti biasa ia tertawa mendengar kata-kataku (ia selalu tertawa padaku, Gani). Katanya, ''Iya, semoga saja aku selalu puisi untukmu. Kita adalah puisi yang sehati dan sepikiran,'' begitulah Q padaku. Ia adalah pengharapan indah yang memberikan kebahagiaan tak berkesudahan. Maukah kau juga mengamininya, Gani? mr-jawapos

DEMOKRASI ISLAM DAN BARAT

DEMOKRASI
ISLAM DAN BARAT
Muchroji m ahmad
Dalam pengertian yang mudah, demokrasi dapat diartikan sebagai kedaulatan rakyat atau kekuasaan rakyat. Dalam artian bahwa kekuasaan sepenuhnya berada di tangan rakuat, dengan demikian siapapu yang menjadi pemimpin maka ia adalah wakil rakyat yamng mengemban kekuasaan , mewakili kekuasaan rakyat  dalam menjalankan kekuasaannya.

Dalam Islam, dalam mkaitan ini pemimpin lebih akrab disebut sebagai khalifah, artinya  perwakilan.  Sama dengan aetian lugowi demokrasi itu sendiri secara umum, hanya yang membedakannya adalah sumber atau asal dari perwalian itu sendiri. Kalau dalam pengertian keduniawian barat, perwakilan itu  berasal dari takyat, sedang dalam Islam mengandung pengertian dari yang mahan kuasa, Allah SWT.

Demham demikiam, seorang pemimpin dalam  pengertian Islam adalah wakil yang maha kuasa dalam mengemban amanah-Nya, yaitu meribadah dalam menegakkan kebenaraan. Sesungguhnya ia tidak memiliki kekuasaan, yang ada adalah tugas yang harus diemban dan dilaksanakan dari yang kuasa, yang berhak memberi perintah atau larangan. Sedang tugas  itu sendiri yang harus dilaksanakan adalah risalah, yaitu Al-Qur’an dan Hadist.

Dengan pengertian itu maka dapatlah dibedakan apa yang dimaksud dengan demokrasi Islam dan barat. Dalam demokrasi barat, kedaulatan berasal dari  rakyat sedang dalam Islam berasal dari yang maha kuasa  Allah SWT, dan rakyat adalah khalifah sebagai wakil-Nya. Dalam pengertian  barat, rakyat adalah pembuat undang-undang, dalam Islam rakyat sebagai yang harus mentaati aturan risalah, yaitu Al-Qur’an – Hadist. Dengan demikian kalau dalam demokrasi barat pemerintah berusaha memenuhi kehendak rakyat, dalam Islam  pemerintah dan rakyat bersama-sama berusaha memenuhi kehendak yang maha kuasa dengan semua tujuan-tujuan-Nya.

Di dalam demokrasi barat ada semacam  kekuasaan absolute-yang menjalankan kekuasaan, dalam Islam takluk pada hukum yang kuasa dan menjalankan amanah-Nya sesuai ketentuan Al-Qur’an dan  hadist.mr0507km17