Senin, 16 Januari 2017

Magrib – jangan keluar



Magrib – jangan keluar

Masih ingat dalam ingatan, ketika kecil selalu disuruh pulang jika sudah magrib, yang maksudnya sebelum magrib sudah di rumah. Diminta juga untuk menutup pintu, jendel, pertanda waktu malan akan datang. Yang di rumah dilarang untuk bepergian saat magrib tiba, sehingga untuk mengajipun menunggu beberapa saat setelah magrib baru keluar sambil menyampar yang lainnya untuk mengaji. Demikian keeharian waktu kecil menjelang magrib, kalau ditanyakan pasti jawabannya banyak setan, atau entar setan masuk, dst yang menyangkut setan di saat magrib.
Ternyata larangan orang tua dulu itu tersebut bukan tidak berdasar, Rasulullah Saw menjelaskan agar seseorang menahan diri di dalam rumah saat hari mulai gelap (maghrib) sampai waktu isya' tiba.

Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di petang hari, maka tahanlah anak-anak kalian, karena sesungguhnya ketika itu syaitan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka lepaskan mereka. Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, kerana sesungguhnya syaitan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup pula minuman dan makanan kalian dan berdzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian!" (HR. Bukhari dan Muslim)
Pada saat hari mulai gelap, syaitan mulai datang dan menyebar mencari tempat tinggal. Beberapa tempat yang disenangi syaitan adalah : rumah yang kosong, sebagian mereka berlindung diantara sekelompok manusia yang tengah berkumpul (duduk-duduk), tempat sampah, dan tempat-tempat kotor lainnya. Setang juga menjadikan anak kecil sebagai tempat berlindung dan mengganggunya kemudian meninggalkannya, sehingga suka didapati anak kecil menangis tanpa sebab yang jelas.
Dengan demikian, tinggallah di rumah saat magrib tiba, tutup pintu, jendela yang dapat memungkinkan setan masuk, tutup makanan agar tidak diciuminya atau bila dalam perjalanan berkendaraan, perlahan lajunya, bila ada masjid sholat magrib, baru lanjutkan perjalanan. Wallohu’alam.

Kamis, 12 Januari 2017

Sambutan pernikahan fikri



Sambutan  pernikahan  fikri

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu’alaikum Wr.Wb

Alhamdulillahillazi arsala Rasulahu bilhuda wadinil haq, Asuhadu Allah Ilahaillalloh waasyahdu anna Muhammadar Rosululloh. Ila akhir amma’ ba’du

Yang terhormat para hadirin, Undangan dan wabil khusus yang berbahagia, keluarga besar Bp H A. Latif, S.ag  b Marhali dan bp  E Munawar Rahmat A, (alm) Puji syukur kehadirat Alloh Swt, atas limpahan hifayah,  rahmat dan ijin-Nya lah pada hari ini kita dapat berkumpul, di acara silaturrahim keluarga besar, di walimatul arsy, Semoga seluruh acara, rangkaian syukur nikmat ini mendapat ridho  dari Alloh SWT, dan selanjutnya senantiasa berada dalam lindunganNya.

Sholawat dan salam, semoga dilimpahkan kepada Nabiulloh Rosululloh Muhammad Saw, yang pada hari ini sunnahnya diteladani, dimuliakan, Annikahu Sunnati, paman rogiba ansunnati palaisa minni.

Yang pertama, tentu saja ucapan terima kasih kami ucapkan kepada seluruh hadirin, undangan, handai tolan, yang telah berkenan hadir di acara resepsi pernikahan ini, semoga semua do’a menjadi saksi atas peristiwa yang mulia ini, yang senantiasa selalu diingat oleh kedua mempelai, dan menjadi kekuatan  sekaligus kesungguhan hati yang besar dalam membina keluarga yang sakinah, mawaddah warohmah.

Yang kedua, pada saat ini kami keluarga besar mempelai, Bp H A. Latif, S.ag  b Marhali dan bp  E Munawar Rahmat A, (alm) mengucapkan puji syukur atas kebahagiaan ini, dimana kami dapat mengantarkan putra/i kami  untuk mengawali kehidupan berumah tangga,  bersamaan kebahagiaan kami ini pula , kami mohon kepada seluruh keluarga, handai tolan, hadirin, undangan untuk mendoakan mempelai, semoga mempelai senantiasa dapat membina rumah tangganya-
dilandasi dengan iman dan  taqwa yang kuat.

Sehingga bila suatu saat rezekinya sedang baik,(dengan taqwa) tidak menjadikannya sombong, takabbur, tetapi semakin baik amaliahnya. Sebaliknya saat mendapat cobaan, tidak menjadikannya putus asa, sebaliknya ia bertambah sabar, tetap tegar,  yakin dengan memandang masa depan rumahtangganya dengan penuh kemenangan.

Yang ketiga, kepada seluruh hadirin, undangan, kami atas nama keluarga besar mempelai, mohon ma’af bila dalam syukur nikmat walimatul ars ini banyak kekuarangan, dan kekhilapan.

Akhirnya marilah kita doakan mempelai,


Semoga Allah SWT  memberikan keberkahan kepadamu saat senang, semoga Allah SWT memberikan keberkahan kepadamu saat kesusahan, dan semoga Allah SWT mengumpulkan kalian dalam kebaikan. Amin Wasalamu’alaikum wr.wb

Rabu, 11 Januari 2017

Minum sambil berdiri



Minum sambil berdiri
Minum berdiriBanyak perayaan atau pesta yang tidak menyiapkan tempat duduk, akhirnya banyak pengunjung yang makan dan minum sambil berdiri, padahal itu termasuk yang dilarang syariat. Rasululloh melarang seseorang minum sambil berdiri.

 عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسّلَّمَ أَنَّهُ رَأٰٰى رَجُلاً يَشْرَبُ قَا ءِمًا فَقَالَ لَهُ : قِهْ ، قَالَ : لِمَهْ ؟ قَالَ : أَيَسُرُّكَ أَنْ يَشْرَبَ مَعَكَ الْهِرُّ ؟ قَالَ : لاَ ، قَالَ : فَاِنَّهُ قَدْ شَرَبَ مَعَكَ مَنْ هُوَ شَرُّ مِنْهُ ! أَالشَّيْطَانُ !!

 bahwa sesungguhnya beliau melihat seorang lelaki minum dengan berdiri. Kemudian beliau bersabda kepadanya, “Muntahkanlah!” Orang itu bertanya: “Mengapa?”Beliau bersabda: “Apakah kamu suka jika minum bersama dengan kucing?” Orang lelaki itu menjawab: “Tidak.” Dia bersabda lagi: “Sesungguhnya telah minum bersamamu sesuatu yang lebih buruk daripada itu, yaitu setan.”

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda: Janganlah salah seorangpun dari kalian minum sambil berdiri”. (HR. Muslim).

Demikian perumpamaan orang minum sambil berdiri,  bersama anjing bahkan lebih, bersama setan. Meski itu air putih yang diyakini mengandung banyak kesehatan, tapi bila caranya keliru maka akan mengakibatkan kurang baik bagi esehatan. Karena ternyata minum air putih sambil berdiri itu bisa memberi sejumlah dampak negatif.

1. Berisiko Terkena Artritis
Info ini mungkin sangat mengejutkan, ya. Kok bisa sih cuma minum sambil berdiri saja bisa mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh. Akibatnya bisa terjadi penumpukan cairan di sendi-sendi tubuh dan menyebabkan artritis.
 
Artritis adalah peradangan pada satu atau lebih persendian, yang disertai dengan rasa sakit, kebengkakan, kekakuan, dan keterbatasan bergerak. 

2. Mengganggu Sistem Pencernaan
Saat minum air sambil berdiri, maka air akan mengalir melewati usus dan menciprat ke dinding perut. Cipratan ini bisa mengakibatkan kerusakan sistem pencernaan dalam jangka panjang karena merusak dinding perut dan saluran pencernaan.

Sementara kalau minum sambil duduk, otot dan sistem saraf dalam kondisi rileks dan membuat cairan yang diminum bisa cepat dicerna dengan baik bersamaan dengan makanan lain. 

3. Haus Susah Hilang
Ternyata haus bakal susah hilang kalau minum air putih sambil berdiri. Malah rasanya haus nggak hilang-hilang. karenanya minumlah sambil duduk dan menyesap air minum sedikit demi sedikit.

4. Ginjal Tak Bisa Menyaring Air dengan Baik
Minum air sambil berdiri membuat proses penyaringan yang dilakukan ginjal tak optimal. Bahkan kotoran bisa menumpuk di ginjal dan kandung kemih yang bisa menyebabkan gangguan saluran kemih. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan di ginjal.

5. Tak Bisa Mengencerkan Kadar Asam di Dalam Tubuh
Air memang sebaiknya diminum sedikit dan perlahan-lahan sambil duduk. Dengan begitu, air bisa bantu mengencerkan kadar asam di dalam tubuh yang disesuaikan dengan proporsi air yang dibutuhkan. tubuh. sedang sambil berdiri, proses pengenceran kadar asam bisa terganggu.

6. Menyebabkan Ulser dan Heartburn
Minum air sambil berdiri, air akan mengalir dan menciprat ke area kerongkongan bagian bawah dengan cukup keras. Hal ini bisa menimbulkan sensasi terbakar di kerongkongan karena zat asam di perut naik ke atas.

7. Saraf-Saraf Menegang Kalau Minum Sambil Berdiri
Disadari atau tidak, saraf tubuh bisa menegang saat kita minum sambil  berdiri. Sebaliknya, jika kita minum sambil duduk maka sistem parasimpatetik akan terkondisikan lebih rileks sehingga saraf tak akan tegang. Proses penyerapan air minum dan pencernaan pun bisa berjalan dengan lebih baik....mr salam sehat..

Kamis, 08 Desember 2016

lahir dari rahim yang masih perawan

Nabi Isa as merupakan salah satu utusan Allah SWT untuk menyampaikan
wahyu kepada manusia. Ia lahir dari seorang wanita soleha bernama Maryam yang taat dan terus beribadah kepada Allah. Yang membuatnya begitu fenomenal adalah karena Nabi dan rasul ke-24 ini dilahirkan dari rahim Maryam yang masih perawan tanpa melalui proses biologis terlebih dahulu. Bagaimana Nabi Isa Bisa Lahir Dari Rahim Seorang Perawan? Wallahualam Bishowab.

Sebenarnya ini adalah hal mudah bagi Allah jika Ia menghendaki. Beberapa ilmuan mencoba bernalar dengan mengungkapkan bahwa yang dilalaui Maryam disebut dengan proses Parthenogenese yakni proses membesarnya bayi dalam kandungan sang ibu di luar hukum alam manusia. Telur (ovum) dari ibunya tidak memerlukan bertemu dengan spermatozoa bapak untuk membentuk suatu embrio yang kemudian menjadi bayi. Namun siapa yang mengetahui kebenaran penelitian ini. Wallahualam Bishowab.

 Bagaimana Bisa Maryam yang Masih Perawan Lahirkan Nabi Isa? Inilah Penjelasan Al-Qur'an
Sumber: Infoyunik.com
Penjelasan tentang bagaimana proses kehamilan Maryam sendiri tertulis dalam Alquran QS. Maryam (19) ayat 16-21. Dimana prosesnya diawali dengan kedatangan Malaikat Jibril dalam wujud manusia yang sempurna menemui Maryam binti Imran ini.

(16) Dan ingatlah (yang tersebut) di dalam Kitab, dari hal Maryam. Ketika dia menjauhkan diri dari keluarganya ke sebuah tempat disebelah Timur.

(17) Maka dia adakan tabir yang akan melindunginya dari mereka, lalu Kami utuslah kepdanya Roh Kami, maka menjelmalah dia menyerupai manusia yang sebenamya.

(18) Berkatalah dia: Sesungguhnya berlindunglah aku kepada Tuhan Yang Maha Kasih dari pada engkau, jika adalah engkau seorang yang bertakwa.

(19) Dia pun menjawab: Saya ini tidak lain adalah Utusan dari Tuhan engkau, karena akan aku anugerahkan kepada engkau seorang anak laki-laki yang suci.

(20) Dia berkata: Betapa akan ada bagiku seorang anak laki•laki, padahal tidaklah pernah tersentuh diriku 0Ieh seorang laki-Iaki pun dan aku pun bukanlah seorang perempuan jahat.

(21) Menjawab dia; Memang demikianlah. Tuhan teIah menyabdakan: Yang begitu bagiKu adalah hal yang mudah, dan akan Kami jadikan dianya suatu ayat untuk manusia dan suatu rahmat, dan dianya adalah suatu perkara yang sudah diputuskan. (19) ayat 16-21

Siti Maryam merupakan anak keluarga beragama. Ayahnya bernama Imran yang merupakan keturunan Nabi Daud as dan Ibunya adalah seorang perempuan soleh. Ia kemudian diasuh oleh Nabi Zakarian yang menjadi Imam dan pemelihara Baitul Maqdis. Pada masa itu, Maryam adalah wanita pilihan Allah yang dilebihkan diatas seluruh perempuan di seluruh alam. Seperti dalam Q.S Ali Imran: 42.

Dan (ingatlah) ketika Malaikat
(Jibril) berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).  (QS: Ali Imran Ayat: 42)

Maryam berniat untuk meningkatkan ketaatannya dengan pergi ke sebelah Timur Baitul Maqdis, yakni ialah suatu kampung yang bernama Baitlaham (Bethlehem). Ia menyisihkan diri dari keluarga agar lebih tenang beribadat kepada Tuhan, sehingga dipasangnya tabir jangan sampai diganggu orang, sedang dia di waktu itu masih perawan. 

Saat berada di sana Allah SWT kemudian mengutus Jibril untuk menemuinya. Dalam ayat di atas Allah SWT menyebut bahwa Dia mengutus Roh kami, dan itu dimaksudkan untuk Jibril. Malaikat penyampai wahyu ini berwujud pemuda biasa menyerupai seorang laki-laki muda.

Lantas Maryam merasa terkejut dengan kedatangan laki-laki dihadapannya. Maryam berkata demikian menunjukkan bahwa tidaklah timbul prasangka bahwa orang muda itu jahat. Sebab pada wajahnya dan tingkah lakunya ketika masuk tidaklah terbayang tanda-tanda bahwa dia orang jahat.

Maksud kedatangannya telah diterangkannya sendiri. Atas suruhan Allah menyampaikan anugerah dari Tuhan, dia sendiri yang membawanya, yaitu seorang anak laki-laki. Sekain itu ini juga dijelaskan dalam surat Ali imran ayat 45:

“(Ingatlah) tatkala berkata malaikat: wahai Maryam! Sesungguhnya Allah memberitakan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (Firman) darinya yaitu seorang putra Namanya Al-Masih Isa Putra Maryam, seorang terkemukan di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah”. (Q.S Ali imran 45)

Tercenganglah Maryam mendengarkan perkataan Malaikat itu. Maryam percaya apa yang dia katakan, yaitu bahwa dia adalah utusan Allah. Sebab itu tidaklah dia akan berdusta. Tetapi dia tidak mengerti bagaimana dia seorang anak perawan akan diberi anak:

Dia berkata: Ya Tuhanku! Bagaimana jalannya aku akan beranak, padahal aku belum pernah disentuh manusia? Dia berkata: demikianlah Allah menjadikan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia telah menentu¬kan sesuatu, Dia berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka diapun jadi (Q.S Ali imran 47)

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (QS: Ali Imran Ayat: 59)

Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. (Al-Anbiya: 91)

Lahirnya seorang anak laki-laki suci dari anak perawan suci Maryam itu kelak, bukanlah semata-mata tanda atau ayat guna menunjukkan Kemaha-kuasaan Allah, bahkan juga Rahmat. Sebab lahirnya itu kelak ialah membawa tugas, menjadi Rasul Allah:

Isa lalu lahir dan diberi mukjizat dari Allah SWT. Ajaran-ajaran kebenaran yang disampaikan Nabi Isa membuat Ia dibenci oleh Yahudi. Mereka mencoba membunuhnya namun tidak berhasil. Allah SWT  kemudian mengangkatnya ke langit dan akan mendatangkannya ke dunia sebelum hari kiamat.

“Dan karena ucapan mereka (orang-orang Yahudi): Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah. Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu.

Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (An-Nisa’: 157-158)...mr portal Islam.

Rabu, 16 November 2016

9 naga

1. Sofjan Wanandi
Sofjan Wanandi dikenal dekat dengan Jusuf Kalla. Tidak heran karena keduanya sudah kenal baik sejak lama. Bahkan, seorang petinggi PDIP mengaku Sofjan sudah sejak lama melobi Megawati untuk memasangkan Kalla dengan Jokowi. Sejak tahun 2013, Sofjan di berbagai kesempatan menyatakan bakal mengeluarkan Rp 2 triliun bila sekondanya, Jusuf Kalla, dipasangkan dengan Jokowi. Sofjan sendiri tercatat memiliki kekayaan lebih dari Rp 3 triliun. Sofjan kini memimpin Asosiasi Pengusaha Indonesia. (Baca: Sofjan Wanandi)
2. Tahir
Tahir tak lain ipar James Riady. Rosy Riady, isteri Tahir, adalah putri dari Mochtar Riady. Majalah Forbes menyebut, kekayaan Tahir per Maret 2013 sekitar US$ 2 miliar.  Dia berada di peringkat ketujuh orang terkaya di Indonesia. Tahir sukses dengan Grup Mayapada. Tahun lalu, ia menymbangkan sejumlah bus untuk membantu Jokowi membangun citra Jakarta.
3. Rusdi Kirana
Rusdi Kirana bersama kakaknya, Kusnan Kirana, tercatat sebagai orang kaya ke-29 menurut majalah Forbes pada November 2013. Keduanya sukses mendirikan maskapai penerbangan Lion Air. Dengan kekayaan yang mencapai US$ 1 miliar, Rusdi bergabung dengan tim pemenangan Jokowi-JK sebagai anggota Dewan Pengarah.
4. Jacob Soetoyo
Direktur PT Gesit Sarana Perkasa ini mempunyai jaringan yang kuat untuk lobi-lobi internasional. Jacob, yang juga menjadi Dewan Pengawas Center of Strategic and International Studies (CSIS), menyediakan rumahnya di Permata Hijau untuk pertemuan Jokowi dengan perwakilan asing di Jakarta, antara lain dengan Dubes Amerika Serikat (AS) Robert O’ Blacke, Duta Besar Myanmar, Meksiko, Turki, Norwegia dan Vatikan. Sebelumnya, Jacob juga sudah memfasilitasi pertemuan antara Jokowi dengan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad di rumah Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta.
5. James Riyadi
James Riyadi yang bernama asli Li Bái adalah seorang misionaris Kristen fundamentalis. Ia pernah terlibat dalam kasus sponsorship pemilihan presiden Amerika Serikat yang memenangkan Bill Clinton. James Riyadi merupakan bos Group Lippo yang menguasai bermain di pasar perbankan, properti, dan rumah sakit. Ia menjadi pendukung Joko Widodo sejak pemilihan gubernur Jakarta. Namun, ia ditengarai bersaing pengaruh pada Jokowi dengan Jacob Soetoyo yang Katolik. (Baca: James Riady dan Kristenisasi di Indonesia)
6. Anthony Salim
Anthony Salim atau Liem Hong Sien merupakan salah satu orang yang masuk ke dalam 10 Tokoh Bisnis yang paling berpengaruh pada tahun 2005 oleh Warta Ekonomi. Predikat itu diberikan karena dirinya berhasil membangun kembali Group Salim yang saat itu mengalami kegagalan yang diakibatkan oleh krisis ekonomi tahun 1998. Saat krisis 1988 Salim Group banyak mempunyai hutang hingga mencapai 55 Trilyun rupiah. Anthony Salim yang memegang kekuasaan pada Salim Group akhirnya harus melunasi hutangnya dengan cara menjual beberapa perusahaan yang dimilikinya yaitu PT Indocement Tunggal Perkasa, PT BCA, dan PT Indomobil Sukses Internasional. Meskipun demikian, Anthony Salim masih mempunyai beberapa perusahaan besar yang tidak dia jual. Perusahaan tersebut antara lain adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Bogasari Flour Mills. Kedua perusahaan ini merupakan perusahaan penghasil mie instant dan tepung terigu terbesar di dunia.
7. Tommy Winata
Tommy Winata (lahir dengan nama 郭說鋒) merupakan pemilik Grup Artha Graha atau Artha Graha Network. Usahanya terutama bergerak dalam bidang perbankan, properti dan infrastruktur. Disamping usaha bidang komersiil, TW juga dikenal sebagai pendiri Artha Graha Peduli, sebuah Yayasan sosial, kemanusiaan dan lingkungan yang sering turun membantu masyarakat di banyak daerah di Indonesia. Sesaat setelah Jokowi melantik menteri, Tommy Winata terlihat dekat dengan Menteri Susi Pudjiastuti.
8. Edward Soeryadjaya
Ia yang bernama asli Tjia Han Pun adalah pemilik Ortus Group, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang otomotif. Hubungan antara Edward dengan Jokowi sangat dekat, apalagi Edward pernah mengeluarkan uang dalam jumlah yang sangat besar dari koceknya sendiri untuk proyek monorel. Ortus Group juga bahkan tengah dalam proses untuk mengakuisisi saham PT JM hingga 90% atau mayoritas.
9. Robert Budi Hartono
Robert Budi Hartono yang bernama asli Oei Hwie Tjhong adalah pemilik perusahaan rokok Djarum. Saat ini ada sebuah tren baru di dunia maju untuk menekan industri rokok. Baik iklan maupun sponsor rokok pada sejumlah kegiatan mulai dibatasi. Misalnya, Marlboro yang pasarnya di Amerika mulai mendapat tekanan sehingga mencari pasar baru, salah satu lahan basah tersebut adalah Indonesia. Inilah sebabnya Robert Budi Hartono mendukung Jokowi untuk mengamankan bisnis dan pasarnya di Indonesia.

Senin, 24 Oktober 2016

KAFIR MASUK MASJID

1.      Melarang secara mutlak
Sebagian ulama yakni dari kalangan mazhab Malikiyyah dan sebagian Hanabilah berpendapat bahwa mutlak diharamkan bagi orang-orang kafir masuk ke dalam rumahnya Allah, baik itu masjid diluar tanah haram lebih-lebih masjidil Haram dan Nabawi.[2]
Ash-Shawi menyatakan, “Orang kafir dilarang masuk masjid sekalipun diizinkan oleh orang Islam, kecuali karena ada aktivitas yang bersifat darurat..”[3]
Diantara dalil yang digunakan oleh pendapat ini adalah firman Allah ta’ala :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَذَا

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, oleh itu janganlah mereka itu menghampiri Masjidil Haram sesudah tahun ini.” (QS. at-Taubah: 28)
Dalil lain adalah atsar dari sebagian sahabat sebagaimana yang disebutkan oleh Ibn Qudamah, karena Abu Musa al-Asy’ari pernah menemui khalifah Umar radhiyallahu ‘anhuma dengan membawa surat. Umar berkata kepada Abu Musa, “Panggil orang yang menulisnya, untuk membacakannya.” Abu Musa menjawab, “Dia tidak boleh masuk masjid.” Umar bertanya, “Mengapa?” Abu Musa menjawab, “dia Nasrani”.[4]
 
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan ketika beliau sedang berkhutbah di atas mimbar tiba-tiba melihat orang majusi masuk masjid. Kemudian beliau turun, dan memukulnya serta menyuruhnya keluar.[5]
Dalil berikutnya adalah prilaku penduduk Madinah sebagaimana yang disebutkan oleh al Qurthubi. Juga dimasa kekhalifahan Umar bin ‘Abdul ‘Aziz beliau menulis surat untuk para pejabat di daerah : “Di rumah-rumah (Allah) itu, Allah mengizinkannya untuk diagungkan, dan disebut nama-Nya.” (QS an-Nur : 36) Maka masuknya orang kafir ke masjid bertentangan dengan upaya mengagungkan rumah Allah. Dalam Shahih Muslim dan lain-lain juga dinyatakan, “Bahwa masjid-masjid ini tidak boleh ada sedikitpun kencing dan kotoran..” Padahal orang kafir tidak terhindar dari semuanya itu. 
Baginda Nabi juga bersabda, “Masjid tidak dihalalkan untuk orang yang haid dan junub.” Orang kafir itu masuk dalam kategori junub, padahal Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis.”  Allah menyebut mereka najis, apakah dzatnya yang najis ataukah dijauhkan dari jalan hukum Allah. Mana saja dari keduanya, hukum menjauhkan mereka dari masjid tetap wajib, karena ‘illat-nya adalah najis, dan faktanya ada pada diri mereka, sementara kesucian itu ada di masjid.[6]
2.      Membolehkan secara mutlak
Kalangan Mazhab al Hanafiyyah membolehkan secara mutlak orang kafir masuk masjid manapun. Baik itu masjid dluar tanah haram ataukah masjidil haram dan masjid Nabawi.[7]
Dalil pendapat ini didasarkan kepada adanya riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam sendiri menerima para utusan dari Bani Tsaqif di dalam masjid. Padahal para utusan jelas-jelas orang kafir dan bukan muslim. 
Dalil lainnya adalah hadits yang berbunyi :
إِنَّهُ لَيْسَ عَلَى الأْرْضِ مِنْ أَنْجَاسِ النَّاسِ شَيْءٌ إِنَّمَا أَنْجَاسُ النَّاسِ عَلَى أَنْفُسِهِمْ

“Tidak ada di atas bumi ini bekas najis manusia, sesungguhnya najis manusi itu adanya di dalam diri mereka sendiri. (HR. Bukhari dalam Syarah Ma’ani Al-Atsar)
 
Adapun mengenai ayat : “Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis.” (QS at-Taubah :28) kalangan ini menyatakan bahwa maksudnya adalah, Jika mereka masuk dengan sombong, untuk menguasai atau telanjang (tidak menutup aurat), sebagaimana tradisi mereka pada zaman Jahiliyah. Jika tidak, maka tidak ada larangan.”[8]
3.      Membolehkan dengan catatan/pengecualian
Kalangan Mazhab Syafi’iyyah dan sebagian Hanabilah berpendapat bahwa bahwa orang kafir diharamkan secara mutlak untuk masuk masjidil haram dan masjid Nabawi, namun dibolehkan di masjid selain keduanya bila dizinkan.
Imam al-Syafi’i rahimahullah berkata : “Tidak apa-apa orang musyrik masuk  seluruh masjid kecuali masjidil haram, sebab Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis , maka janganlah mereka mendekati Masjidil haram sesudah tahun ini (QS. al-Taubah : 28).”[9]
Berkata imam Nawawi : “Orang kafir tidak diperbolehkan memasuki Haram Makkah dengan keadaan apapun, sama saja pada masjidnya atau lainnya. Namun, boleh bagi orang kafir memasuki masjid-masjid yang lainnya dengan izin orang Islam, bukan masuk tanpa izin.”[10]
Kelompok pendapat ini mengkompromikan antara hadits-hadits yang digunakan oleh kalangan yang melarang dan yang membolehkan orang kafir masuk masjid.
-----------

[1] Fathul Bari (1/560), al Mausu’ah al Fiqhiyyah al Kuwaitiyyah (20/245), al Fiqh al Islaami wa Adillatuhu (1/482).
[2] Al Ikhtiyar (4/166), Ibn Abidin (1/115), al Jawahirul Iklil (1/23).
[3] Hasyiyah as Shawi ‘ala as Syarh as-Shaghir (1/160).
[4] Al Mughni (13/202)
[5] Mathalib Uli an-Nuha (2/617).
[6] Tafsir al Qurthubi (8/103).
[7] Ar Raudhatut Thalibin (1/296).
[8] Radd al Mukhtar ‘ala Durr al Mukhtar (6/691).
[9] Al Umm (1/71).
[10] Raudlatuth Thalibin (1/296).