Selasa, 12 Juli 2016

cerita yg membuat Rasululloh menangis



Lalu Rasulullah berkata kepada Umar,
“Ceritakan kepadaku hal yang membuat aku menangis”?
Umar pun memulakan ceritanya “Dahulu aku punya seorang anak perempuan, aku ajak anak tersebut ke suatu tempat, tiba di tempat yang aku tuju, aku mula menggali sebuah lubang. Setiap kali tanah yang aku gali mengenai bajuku, maka anak perempuanku akan membersihkannya.”

“Dia tidak mengetahui sesungguhnya lubang yang aku gali adalah untuk menguburnya hidup-hidup, untuk persembahan berhala. Selesai menggali lubang, aku mencampakkan anak perempuanku ke dalam lubang. Burrr …. dia menangis kuat sambil menatap wajahku. Masih terngiang-ngiang wajah anakku yang masih tidak mengerti apa yang dilakukan ayahnya sendiri dari bawah lubang. “
Mendengar cerita itu menitislah air mata Rasulullah. Begitu juga dengan Umar menyesali perbuatan jahiliyyahnya sebelum dia mengenal Islam.

cerita yg membuat Rasululloh tertawa



ketika Rasulullah SAW berkumpul dengan para sahabatnya, Rasulullah berkata pada Umar bin Khattab, “Coba ceritakan kepadaku kisah yang membuat aku ketawa. 

Kemudian Umar bin Khattab pun bercerita. “Dahulu sebelum aku mengenal Islam, aku membuat patung berhala dari manisan. Lalu aku pun menyembah patung manisan itu.”
“Demi Lata Uzza Mannat Engkau lah yang mulia, beri aku makanan sebagai rezeki darimu.” Kataku. Waktu itu aku menyembah patung namun perutku sedang lapar. Selesai menyembah berhala aku menuju ke dapur, tidak aku dapatkan makanan di sana lalu aku kembali ke ruangan persembahyangan. Tidak ada makanan selain Tuhan sembahanku, akhirnya dengan rasa sesal aku memakan Tuhanku sendiri yang ku sembah-sembah sebelumnya. Aku memakan berhala tersebut bermula dari kepalanya, terus tangannya hingga habis tidak tinggal. “

Mendengar cerita Umar Rasulullah tertawa hingga kelihatan gigi gerahamnya, Baginda bertanya, “Di mana akal kamu masa itu?” Umar Menjawab, “Akal kami memang pintar tetapi sembahan kami yang menyesatkan kami.”

Emas haram bagi laki-2



Emas haram bagi laki-2

Jelang lebaran, bukan hanya perempuan yang menghiasi dirinya dengan emas, perhiasan yang meningkatkan gengsi dan berkelas di mata keluarga. Terlebih saat berkumpul dengan keluarga besar=sanak famili, tentu akan mempunyai makna sendiri meski dalam syariat termasuk ria dan tidak dibolehkan. Tapi kenyataannya terus saja berlangsung, dan setiap tahun begitu jalan ceritanya. Di sampig itu emas juga diberikan kepada seseorang yang telah menyelesaikan masa tugasnya sebagai kenangan, disematkan dijari manis saat pelepasan terjadi. Bukan hanya pada perempuan diberikan, kepada laki-laki pun sama, sekali lagi sebagai kenangan di samping ucapan terima kasih telah selesai masa tugasnya.
Syariat Islam menuntunnya tidak boleh dipakai-dikenakan bagi lagi-lagi. Jelas dalilnya disampaikan dari Al-Bara’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasululloh Saw melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya, maka beliau memintanya supaya mencopot cincinnya, kemudian melemparkannya ke tanah. HR Bukhari & Muslim
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang cincin emas (bagi laki-laki),” HR Bukhari -Muslim
firman Allah Subhanahu wa Ta’ala“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” QS. Al-Ahzab: 36
larangan tersebut tentu ada hikmahnya, tidak begitu saja disampaikan tentu untuk kemaikan manusia ummatNya,  salah satu alasannya adalah bahwa atom pada emas mampu “menembus” ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia, dan jika lelaki mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka tampak yang ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam kadar yang melebihi batas (dikenal dengan sebutan migrasi emas).
Dan apabila ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka akan mengakibatkan penyakit Alzheimer iaitu sejenis penyakit hilang ingatan. Sebab jika tidak di buang maka dalam jangka waktu yang lama atom emas dalam darah ini akan sampai ke otak dan memicu penyakit Alzheimer. suatu penyakit dimana orang tersebut kehilangan semua kemampuan mental dan fizikal serta menyebabkan kembali seperti anak kecil.
Sedang bagi perempuan di bolehkan, setiap bulan, partikel berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui menstruasi. Penelitian lain menyebutkan bahwa dalam tubuh seorang perempuan/wanita, terdapat suatu lemak unik, lemak yang berbeda yang tidak dimiliki seorang laki-laki dimana lemak ini akan mencegah unsur senyawa atom emas (Au) untuk masuk ke dalam tubuh, sehingga saat atom ini masuk, hanya mampu menembus kulit, namun tidak bisa menembus lemak yang menghalangi jalan menuju daging dan darah. Itulah sebabnya Islam mengharamkan pria memakai emas dan membolehkan wanita memakai perhiasan emas.------ mr---- wallohu’alam,.. yakinlah apa yang disampaikan rasululloh-syariat Islam benar adanya. Meski itu terjadi di 1400 tahun lalu lebih.

Senin, 04 Juli 2016

5 yang segera dilaksanakan




Banyak hal yang perlu dilakukan dan diselesaikan muslim dalam taat kepada Alloh SWT,  dan dilakukan sesegera mungkin, semakin cepat tentunya semain baik.  . Siapapun muslim pasti menginginkannya, diantaranya :
Sholat,  merupakan perintah agama yang utama, wajib melaksanakannya, bila tidak maka akan menuai dosa. Sholat termasuk ibadah yang pertama kali diwajibkan dan termasuk amal perbuatan yang pertama sihisab. jika seorang muslim waktu shalatnya sudah tepat, maka pekerjaan yang lain akan terlaksana dengan baik dan teratur, jika shalatnya masih berantakan maka semua aktivitas dirinya akan terganggu.  Sesibuk apapun pekerjaan jika waktu shalat telah tiba, hendaknya memenuhi dahulu panggilan untuk beribadah kepada-Nya.
·         Perintah sholat sangat jelas disampaikan dalam Al Qur’an
                   وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ
dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah
 beserta orang-orang yang ruku'.  QS. Al-Baqarah 2 : 43.

          Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu):  
Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada
          ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta
 ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan
 tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali
sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. QS. Al-Baqarah 2 : 83

Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. QS. Al-Baqarah 2: 110 ` ,
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. QS. An-Nisa' 4 : 103
Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: "Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan. QS. 'Ibrahim 14 : 31
`
·         Memakamkan jenazah, Mempercepat pengurusan jenazah adalah hal yang mesti muslim laksanakan, karena hal ini punya konsekuensi tersendiri, alasan yang sangat logis untuk mempercepat pengurusan jenazah adalah karena jika kita mempercepat pengurusan jenazah maka jika dia orang yang baik maka akan mempermudah ia untuk mendapatkan kenikmatannya, dan jika dia tergolong kepada pendosa maka ia akan segera terbebas dari fitnahnya. “Segerakanlah jenazah! Jikalau dia seorang yang shalih maka kepada kebajikanlah kalian membawanya, sedangkan kalau dia tidak seperti itu maka keburukanlah yang kalian letakkan di pundak kalian.” Shahih Al-Bukhari.
Dalam hadist lainnya, Rasululloh Saw bersabda “ Apabila salah seorang dari kalian meninggal, maka janganlah kalian menyimpannya, namun hendaklah kalian menyegerakannya ke kuburnya. Diriwayatkan dalam Majma’uz Zawbid.
Galilah lubang, luaskan, perdalam dan baguskan. Lalu kuburkan dua atau tiga orang di dalam satu lubang kubur. Selanjutnya dahulukan orang yang paling banyak (hafalan) alqur’annya”. Berkata (Hisyam), “Ayahkupun dikuburkan bertiga dalam satu liang, namun ia adalah orang yang paling banyak (hafalan) alqur’annya maka ia didahulukan”. HR Abu Dawud

·         Menikahkan wanita yang telah datang jodohnya. Rasulullah menganjurkan para orangtua agar segera menikahkan putrinya jika telah ada pria  yang melamarnya. Artinya  jika ada pria saleh yang datang melamar hendaklah diterima atau akan ada fitnah dan kerusakan yang terjadi di muka bumi. untuk itu bangi yang punya anak perempuan, jika sudah datang jodohnya maka jangan menunda-nunda, segeralah dinikahkan.

Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." QS. An Nuur 24: 32


"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." QS. Adz Dzariyaat 51 : 49. ¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui¡¨ Qs. Yaa Siin 36 : 36

Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl 16 : 72.
Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. Qs. An Nisaa 4 : 1

·         Membayar hutang. membayar hutang merupakan kewajiban yang segera dilaksanakan, jangan berlarut-larut untuk menyelesaikan, apalagi jika mempunyai kemampuan untuk membayarnya, dikhawatirkan sampai ia meninggal masih mempunyai sangkutan berupa hutang.  maka hutang segera harus dibayar, tanpa harus menundanya, karena termasuk perbuatan dhalim dan tergolong orang yang meremehkan kewajiban

·         Taubat. Taubat termasuk perbuatan harus ‘segera’ dilakukan, katerlambatan taubat yang kemudian diserobot kematian akan berakibta fatal (bc:su’ul khatimah),

رَبِ اغْفِرْلِى وَتُبْ عَليَّ إِنَكَ أَنْتَ التَوَابُ الغَفُوْرُ

Minimal seratus kali, lalu bagaimana dengan kita semua ummatnya yang selalu bergelimang dosa, tentu harus lebih berlipat lipat dalam membaca istighfar, ------------mr-----

Jumat, 01 Juli 2016

merayakan idul fitri



                                           merayakan idul fitri

waktu kecil atau siapapun semasa kecilnya, lebaran-idul fitri merupakan hari yang membahagaiakan. Hari yang ditunggu-tunggu kedatangannya, pada saat itu ia memakai baju baru, celana baru, sandal dan sepatu baru, makan-makanan yang enak yang pada hari biasa tidak didapatinya, dapat uang persenan dari keluarga juga orang lain saat berkunjung berlebaran,  bisa jajan sendiri sesuai keinginan, bisa main petasan berrsama teman-teman dst, yang jelas hari itu sangat menyenangkan-hari yang membahagiakan.

Itulah dunia dan angan-angan anak-anak akan lebaran yang menyenangkan, lebaran yang penuh kegembiraan. Terus berkembang dan berkembang akan makna lebaran, sebagai penghujung melebur dosa antar sesama yang saling mema’afkan. Sehingga penyembutannya pun tidak terbayang akan asyiknya main petasan, dapat persenan uang yang menyenangkan. Persiapannya saat tiba lebaran menjadi :

·         Mandi, mensucikan diri dalam menyambutnya agar hari yang suci benar-benar dalam keadaan suci, bersih dari kotoran yang menempel dalam diri, bersih  jugwa dalamnya. Bersih dari pikiran yang yang selalu menyelimuti keinginan duniawiyah. Saat Ali Ra, kholifah ke empat ditanya tentang mandi, beliau menjawab  ‘Mandi pada hari Jum’at, hari Arafah, hari Nahr (Idul Adha) dan Hari Fitr -Idul Fitri

·         Memakai pakaian baru,  Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma berkata, ‘Umar radhiallahu anhu mengambil sebuah jubah dari sutera yang dijual di pasar, lalu dia mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, kemudian berkata, ‘Wahai Rasulullah, belilah ini dan berhiaslah dengannya untuk Hari Raya dan menyambut tamu.’ Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya ini adalah pakaian orang yang tidak mendapatkan bagian (di hari kiamat)”

Ini dimaksudkan bahwa berpakaian dan berhias pada hari idul fitri merupakan kebiasaan yang sudah dikenal. Ada juga yang mengatakan bahwa Hadits ini menunjukkan diperintahkannya berhias pada Hari Raya dan itu merupakan perkara biasa pada, dan merupakan persetujuan Nabi tentang berhias di Hari Raya, adapan pengingkarannya hanya terbatas pada macam pakaiannya, karena dia terbuat dari sutera.”

·         Mengenakan Wewangian Yang Paling Baik, Terdapat riwayat shahih dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma bahwa beliau mengenakan wewangian pada hari Idul Fitri, sebagaimana terdapat dalam kitab Ahkamul Idain, ‘Aku mendengar para ulama menyatakan disunnahkan berhias dan mengenakan wewangian pada setiap Id, dan Imam Syafi’i menyatakannya sunnah.’

Berhias dan mengenakan bagi wanita berlaku bagi mereka yang berdiam di rumah,  memakai pakaian bagus, membersihkan diri, mengenakan wewangian, memotong rambut dan menghilangkan bau badan berlaku sama bagi orang yang berangkat shalat Id, karena hari itu adalah hari berhias,  bagi wanita,  jika ia  keluar, maka mereka tidak boleh berhias, bahkan hendaknya dia keluar dengan pakaian sederhana, jangan memakai pakaian yang paling bagus, tidak juga dibolehkan memakai wewangian, khawatir ada yang terkena fitnah karenanya.

·         Takbir, Disunnahkan bertakbir pada hari Idul Fitri sejak hilal terlihat, berdasarkan firman Allah Ta’ala, Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” QS. Al-Baqarah: 185

·         Berkunjung, kepada kaum kerabat, tetangga dan teman-teman. Hal tersebut telah menjadi kebiasaan masyarakat pada Hari Raya. Ada pula yang mengatakan bahwa hal itu termasuk dalam hukum disunnahkannya merubah arah jalan (saat berangkat dan pulang) dari tempat pelaksanaan shalat Id.
dari Jabir bin Abdullah radhiallahu anhuma, dia berkata, “Adalah Nabi shallallahu alaihi wa sallam, pada hari Id menempuh jalan yang berbeda (antara pergi dan pulang. HR. Bukhari

·         Ucapan Selamat, selamat berlebaran dengan ucapan yang dianjurkan,

تقبل الله منا ومنكم

      “Semoga Allah menerima (amal ibadah) kita semua.” Dari Jabir bin
fir dia berkata, ‘Adalah para shahabat Nabi apabila  mereka bertemu pada hari Id, satu sama lain berkata, taqabbalallahu minna wa minka.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiah rahimahullah berkata, ‘Mengucapkan selamat pada Hari Raya, yang satu sama lain saling mengucapkan ‘taqabbalallahu minka wa minkum’ atau ‘Ahaalahullahu alaika’ dan semacamnya. Hal ini telah diriwayatkan dari sejumlah shahabat bahwa mereka telah melaksanakannya. Para imam pun telah memberikan keringanan dalam masalah ini, seperti Imam Ahmad dan lainnya. ‘Saya tidak memulainya kepada seorang pun, tapi jika seseorang telah memulainya kepadaku, maka aku menjawabnya, karena menjawab ucapan selamat itu wajib.’

Perlu diingat  mengucapkan selamat  bukan merupakan sunah yang diperintahkan,  juga bukan perkara yang dilarang. Yang melakukannya, ada teladan baginya, dan siapa yang meninggalkannya, juga ada teladan baginya.
·         menyiapkan Makan dan Minum, meski tidak biasanya, melebihkan makanan dan minuman saat lebaran tidaklah mengapa. Karena saat itu sanak keluarga akan berkumpul, bahkan juga para tetangga dan sesama muslim yang sedang lewat kemudian mampir saling memberikan selamat. Yang tidak boleh adalah makanan dan minuman yang dilarang.

Dari Nubaisyah Al-Huzali radhiallahu anhu, dia berkata, ‘Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, ‘Hari-hari Tasyrik adalah hari-hari makan dan minum dan berzikir kepada Allah.” HR. Muslim-----wallohu’alam ----mr--