Jumat, 21 November 2008

Menghindari Syubhat

Menghindari Syubhat

Oleh Imam SBK

Sesungguhnya yang halal sudah jelas dan yang haram sudah jelas, di antara keduanya ada perkara syubhat yang tidak diketahui oleh banyak manusia. Barang siapa berhati-hati dengan yang syubhat, ia telah memelihara agama dan kehormatannya. Barang siapa yang terjatuh pada syubhat, maka ia telah terjerumus pada yang haram (HR Muslim) Hadis tersebut diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW sekitar empat belas abad silam, sebagai peringatan bagi umatnya untuk berhati-hati dalam masalah halal dan haram, serta sesuatu yang tidak jelas (abu-abu) antara halal dan haram. Baik terkait dengan rezeki yang didapat, makanan yang dikonsumsi, pakaian yang dikenakan, nafkah kepada keluarga, maupun hal lain yang terkait dengan hidup kesehariannya.

Semuanya hendaklah berasal dari yang halal, baik halal secara hukum maupun halal secara materi. Allah memerintahkan manusia untuk selektif dalam mengonsumsi segala hal yang menjadi kebutuhan hidupnya (QS al-Baqarah [2]: 168).

Pasalnya ia memberikan implikasi yang sangat signifikan dalam kehidupan seseorang, baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia ia berdampak pada perilaku, akhlak, psikologi, emosi, kesehatan, dan bahkan keturunan.
Adapun di akhirat ia akan mengantarkan manusia pada dua kemungkinan: surga dengan segala kenikmatannya, atau neraka dengan segala siksanya.

Dalam satu riwayat disebutkan bahwa suatu hari pembantu Abu Bakar datang kepadanya dengan membawa makanan. Seketika Abu Bakar mengambil satu suap dan memakannya. Pembantu itu pun berkata, ''Wahai Tuan, biasanya setiap kali aku datang membawa makanan, tuan selalu bertanya dari mana asal makanan yang aku bawa. Kenapa sekarang tuan tidak bertanya?'' Abu Bakar menjawab, ''Sungguh hari ini aku sangat lapar, sehigga lupa untuk menanyakan hal itu. Kalau begitu ceritakanlah, dari mana kamu mendapat makanan ini?'' pinta Abu Bakar.

Pembantu itu menjawab, ''Dulu sebelum aku masuk Islam, profesiku adalah sebagai dukun, suatu hari aku pernah diminta oleh salah satu suku untuk membacakan mantra di kampung mereka. Mereka berjanji akan membalas jasaku itu. Pada hari ini, aku melewati kampung itu dan kebetulan mereka sedang mengadakan pesta, maka mereka pun menyiapkan makanan untukku sebagai balasan atas jasa perdukunan yang pernah kuberikan.'' Mendengar hal itu, spontan Abu bakar memasukkan jari ke tenggorokannya agar bisa muntah.

Setelah muntah, sahabat dekat Nabi itu pun berkata, ''Jika untuk mengeluarkan makanan ini aku harus menebus dengan nyawa, pasti akan aku lakukan karena aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, 'Tidak ada daging yang tumbuh dari makanan yang haram, melainkan neraka lebih layak untuk dirinya'.''

Kamis, 20 November 2008

Muslim Eropa Masih Dibayangi Diskriminasi

Muslim Eropa Masih Dibayangi Diskriminasi

Muslim Eropa Masih Dibayangi Diskriminasi

MOHAMED-CHERIF FERJANI: Diskriminasi terhadap muslim di Eropa masih terjadi, dan komunitas muslim tetap berupaya melawan

JAKARTA--Guru besar Universitas Lyon, Mohamed-Cherif Ferjani, melakukan kunjungan ke Harian Umum Republika Di Jalan Warung buncit Raya, Jakarta Kamis (20/11). Dalam kunjungan tersebut, lelaki kelahiran Kairo 1951 itu bercerita bagaimana perkembangan komunitas muslim di Perancis dan Eropa.

Sebagai minoritas, komunitas muslim baik di Perancis maupun Eropa umumnya menurut Cherif, mengalami diskriminasi dalam berbagai aspek."Komunitas Islam diseluruh Eropa mencoba menyesuaikan diri dengan peraturan hukum di negara masing-masing," ujar Cherif

Staff pengajar sekaligus direktur Riset dan Studi Mediteran dan Timur-Tengah itu mencontohkan, perbuatan poligami di Eropa dan Perancis merupakan sesuatu yang dilarang. Diskriminasi terjadi pula dalam isu pembangunan rumah ibadah, pendidikan, beasiswa, dan perkawinan.

Namun, menurut Chefri, meski terjadi diskriminasi,ada upaya para muslim di benua itu untuk mempersatukan komunitas muslim diseluruh Eropa. "Hal tersebut semakin nyata. Meskipun muncul juga diskriminasi di kalangan komunitas muslim sendiri," paparnya. Dia menuturkan, komunitas di negaranya cenderung terkotak-kotak berdasarkan asal negara masing-masin, termasuk pengaruh budaya asal mereka.

"Meski sama-sama Islam, tapi muslim Maroko misal hanya akan bergaul dengan muslim dari asal mereka, begitu juga dari Pakistan, Tunisia, dan sebagainya," ungkap Cherif. Pembauran total masih sulit terjadi.

Secara umum, menurut Chefri, komunitas muslim di Eropa maupun Perancis tidak mengharapkan adanya sistem yang berbeda. Selain itu dalam pandangan Chefri, ada kesamaan ketertarikan dikalangan komunitas muslim untuk melawan diskriminas.mr-republika

Masjidil Haram

Masjidil Haram

Masjdil Haram
MASJID ini terletak di Kota Makkah Al Mukaramah dan merupakan masjid tertua di dunia yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Masjid ini berbentuk empat persegi dan dibangun mengelilingi Ka'bah, shaf di Masjidil Haram ini berbentuk lingkaran, semuanya menghadap ke Ka'bah yang berada di tengah-tengah.

Spesifikasi Masjidil Haram
Ka'bah
Ka'bah adalah bangunan yang menyerupai bentuk kubus, tempat ini merupakan bangunan pertama yang ada di atas muka bumi yang digunakan sebagai kiblat dalam menjalankan ibadah Sholat oleh umat Islam,  firman Allah dalam QS. Ali Imran ayat 96
"Sesungguhnya permulaan rumah yang dibuat manusia untuk tempat beribadah itulah rumah yang di Bakkah (Mekkah), yang dilimpahi berkah dan petunjuk bagi alam semesta."

Kiswah adalah penutup keempat dinding Ka'bah yang tergantung dari atap sampai kaki terbuat dari kelambu sutra hitam, lebarnya total 658 m2. Kiswah tiap tahun diganti, dilakukan pada tanggal 10 Djulhijjah ketika para jamaah sedang berada di Mina, Kiswah ini dihiasi dengan tulisan Al Qur'an yang disulam secara khusus dengan benang emas, salah satu kalimatnya adalah:
Allah Jalla Jalalah, la ilaha illaallah, Muhammad Rasulullah. (Allah Maha Agung, tiada Tuhan selain Allah, Muhammad itu Utusan Allah).

Pintu Ka’bah disebut juga dengan nama al-burk , ini terbuat dari bahan emas murni 99 karat, dengan berat keseluruhan 280 kilogram.  Pintu yang sekarang ini adalah hadiah dari raja Khalid bin Abdul Aziz. Dalam sejarahnya pintu ini telah berubah-ubah baik dari bahan baku seni dan bentuknya. Hadits Nabi yang mengatakan :
“Siapa yang masuk ke Baitullah berarti dia masuk dalam kebaikan, keluar dari kejahatan dan dia mendapatkan ampunan”. ( HR. Ath –Thabrani dari Ibnu Abbaas)
.
Hajar Aswad
Hajar Aswad adalah batu hitam yang terletak disudut sebelah tenggara Ka'bah, yaitu sudut dimana Thawaf dimulai. Hajar aswad berasal dari syurga yang dibawa oleh Malaikat Jibril atas perintah Allah, batu ini terdiri dari 8 keping yang terkumpul diikat dengan lingkaran perak Dari Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah bersabda : "Hajarul Aswad diturunkan dari syurga dan berwarna lebih putih dari susu. Dosa-dosa manusia (anak Adam) menyebabkannya menjadi hitam". (HR. Ahmad dan Turmizi)

Mihzab (Talang Emas)
Talang air ini dulunya tidak ada karena Ka'bah belum memiliki atap, namun pada saat renovasi Ka'bah yang dilakukan suku Quraisy, bangunan ini diberi atap, hingga memerlukan talang air.
Letak talang emas ini persis di depan Hijr Ismail, tempat dimana talang ini berada oleh Khalifah Utsman disebut pintu surga.

Maqam Ibrahim
Maqam Ibrahim bukanlah kuburan Nabi Ibrahim sebagaimana pendapat orang-orang kebanyakan. Ia adalah bangunan kecil di sebelah timur Ka’bah. Di dalam bangunan kecil ini terdapat sebiji batu yang diturunkan oleh Allah dari Syurga bersama-sama dengan Hajarul Aswad. Di atas batu itu Nabi Ibrahim berdiri di waktu baginda membangun Ka’bah. Salah satu Mu'jizat yang diberikan Allah kepada Nabi Ibrahim, batu tersebut dapat naik dan turun sesuai kehendak nabi Ibrahim ketika membangun tembok Ka'bah. Letak maqam Ibrahim berhadapan dengan Pintu Ka'bah.

Hijr Ismail
Hijr Ismail terletak berdampingan dengan Ka'bah, dipagari oleh tembok rendah (al-Hatim) berbentuk setengah lingkaran. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW, sebahagian dari Hijir Ismail itu adalah termasuk dalam Ka’bah. Ini diriwayatkan oleh Abu Daud dari 'Aisyah r.a. yang artinya :
Dari 'Aisyah r.a. berkata : "Aku sangat ingin memasuki Kaabah untuk melakukan sembahyang di dalamnya. Rasulullah memegang tanganku dan memasukkan aku ke dalam Hijir Ismail sambil berkata "Sembahyanglah kamu di Hijir jika kamu hendak masuk ke dalam Ka’bah karena kaum engkau (orang Quraisy) telah meninggalkan bagian ini di luar semasa mereka membangun Ka’bah."
Ditempat ini sering dipakai jamaah Haji maupun Umrah untuk melakukan shalat sunnat karena diyakini sebagai salah satu tempat yang mustajab untuk berdo'a. Orang yang telah mengerjakan thawaf, disunatkan mengerjakan shalat sunat dua rakaat di Hijir Ismail dan mengerjakan shalat sunat di Makam Ibrahim.
Multazam
Multazam adalah dinding atau tembok antara Hajar Aswad dengan pintu Ka’bah. Tempat ini dipergunakan oleh jamaah Umrah maupun Haji untuk bermunajat kepada Allah setelah selesai melakukan tawaf. Jarang orang tidak meneteskan air mata disini, disamping terharu akan kebesaran Allah, Multazam juga salah satu tempat paling musatajab, sebagaimana yang dinyatakan Rasulullah dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaki dari Ibnu Abbas yang artinya :
“Antara Rukun Aswad dan pintu Ka’bah disebut Multazam. Tidak ada orang yang meminta di Multazam, melainkan Allah Kabulkan permintaannya itu."

Telaga Zam-Zam
Zam-Zam dalam bahasa arab berarti air yang melimpah,  diamanatkan agar sewaktu meminum air Zam-zam harus niat dan menghadap ke Ka'bah serta bermunajat kepada Allah sbb :
Bismillahirrahmaanirrahiim:
“Ya Allah, aku mohon pada-Mu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rezeki yang luas dan disembuhkan dari segala macam penyakit."

Tentang air Zamzam ini sejarahnya tidak dapat dipisahkan dari isteri Nabi Ibrahim as yaitu Siti Hajar dan putranya Ismail as. Waktu itu Ismail dan ibunya ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim di Mekkah, mereka kehabisan air minum, maka Siti Hajar berlari kecil dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak 7 kali untuk mendapatkan air, namun tak menemukan setetes air pun. Tiba-tiba ia mendengar suara. Maka Siti Hajar pun berkata :
“Aku mendengar suaramu tolonglah kami jika engkau memiliki kebaikan.”
Kemudian Malaikat Jibril menampakkan diri dan melalui hentakan kaki Ismail, serta merta memancarlah air dari perut bumi. Siti Hajar membendung air itu karena melimpah serta berkata zam… zam… zam… yang maksudnya kumpul….… kumpul……. Dengan bekal air inilah mereka menyambung hidup.

Mas’a
Mas’a adalah sebutan untuk tempat para jamaah haji melakukan Sa'i, yang dibangun untuk menghubungkan antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah.  Jamaah Haji yang melakukan Sa'i harus melalui jalur tersebut sebanyak 7 kali pulang pergi.