Muslim Swiss
Baru baru ini diadakan jejak pendapat di Swiss, tujuannya adalah untuk mengetahui apakah muslim Swis dapat beradaptasi dan dapat diterima di masyarakat mereka tinggal. Lantara adanya opini atau persepsi berkenaan dengan sulitnya dan tidak diterimanya muslim di masyarakat Eropa. hasil jejak pendapat itu kemudian diketahui bahwa muslim tidak mengalami kesulitan, dan mereka dapat diterima dan membaur dalam masyarakat dimana mereka tinggal. dari hasil jejak pendapat menegaskan adanya integrasi yang sukses yang dilakukan umat Muslim terhadap semua tataran atau tingkatan masyarakat Swiss. Sebanyak 79 persen responden mengaku mereka tidak merasa terancam karena menjadi orang Islam.*1.
tentu saja hasil jejak pendapat ini menjadi telah melenceng dari dugaan semua, yang dilontarkan para politisi Swiss, ternyata mereka-muslim sangat antusias dalam menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim, dalam melaksanakan ibadahnya. bahkan 84 % muslimmerasa mereka bisa diterima masyarakat. Dua pertiga responden atau sekitar 607 Muslim, menilai, hukum Swiss dan Syariah Islam tidak bertentangan dan tidak kontraproduktif. sebelumnya orang Swiss, mengira bahwa Muslim gagal berinteraksi dengan masyarakat Swiss.
Ketua Perkumpulan Muslim Swiss, Solaiman Abdel Kader, seperti dikutip Islamonline.com, mengatakan, hasil jejak pendapat menumbangkan seluruh anggapan yang menggambarkan Muslim seperti makhluk yang seram dan berbeda dengan masyarakat Swiss. Ini juga bukti bahwa ketakutan yang disebarkan media-nedia Swiss adalah dibuat-buat dan memang dirancang untuk menyebarkan ketakutan di kalangan umat Muslim dan membuat masyarakat Muslim menjadi merasa seperti orang terkucilkan, ujarnya.
.Kesalahan kampanye media-media Swiss yang menentang eksistensi Muslim bisa menjadi peringatan besar bagi masyarakat Swiss yang mempercayai mentah-mentah hasil laporan media. padahal Swiss Direktur Jenderal Institusi Cordoba untuk Dialog Inter-Kultur dan Riset pada bidang Perdamaian dan Konflik, Arab Abbas Erwa, mengatakan, hasil jejak pendapat merupakan hal positif bagi kehidupan umat Islam di Swiss dan bisa menjadi lahan yang subur untuk mengembangkan kerja sama antaragama dan dialog dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya.
Kita lanjut Edwa harus menjadikan situasi di Swiss sebagai peluang emas bagi komunitas Muslim di Eropa untuk membuktikan diri bahwa Muslim adalah umat yang damai, ujarnya. Kendati demikian, kewajiban menjaga persepsi bahwa Muslim adalah umat yang damai tidak saja merupakan tanggung jawab umat Islam, melainkan juga para politisi yang tidak boleh lagi mengeksploitasi Muslim untuk meraih kepentingan politiknya. Erwa pun mengimbau, kaum Muslim juga harus bersiap untuk menghadapi serangan-serangan media dengan kampanye-kampanye seimbang yang dilandasi alasan-alasan logis dengan tujuan memperkenalkan Islam yang selama ini dipersesikan salah.
Salah satu daerah di Swiss yang menjadi buah pembicaraan ihwal kebebasan beragama adalah Zurich. Di kota ini, kini berkembang polemik terkait pembangunan kubah masjid di Swiss, negeri yang memiliki penduduk Muslim sebanyak 340 ribu. Namun angin segar kini berhembus. Pemerintah Zurich mulai meninjau kelayakan perundang-undangan, layanan kesehatan, pendidikan, dan layanan-layanan sosial lainnya bagi kaum Muslim ini. Konstitusi Swiss menjamin kebebasan beragama dan karenanya pemerintah harus memastikan hal tersebut telah dilaksanakan dan tidak dilanggar. Penelitian tentang jaminan kebebasan beragama di Swiss juga akan diselesaikan sesegera mungkin untuk memberikan landasan yang lebih kuat bagi umat Muslim untuk beribadah dan menjalankan keyakinan mereka di negeri ini.
Penelitian tentang kehidupan Muslim di Swiss sangat penting mengingat kaum minoritas ini mengalami perlakuan yang kurang menyenangkan sejak kubu sayap kanan Partai Rakyat Swiss dan Kesatuan Demokrasi Federal mencanangkan kampanye nasional pengumpulan tanda tangan untuk melarang pembangunan masjid-masjid dengan kubah.
Menurut Widmer, perbincangan mengenai boleh atau tidaknya masjid dibangun dengan kubah sebagai ciri khas tempat beribadah umat Muslim itu, cenderung dibawa ke dalam ranah wacana politik yang mengedepankan ideologi masing-masing partai. Jumlah 340 ribu penduduk Muslim di antara populasi 7,4 juta jiwa, menjadikan Islam sebagai agama kedua terbesar setelah Kristen. Sebanyak 43 persen populasi Muslim yang ada di Swiss merupakan orang-orang asal Turki.
---------------mr.....
*1. Jejak penda[at dilakukan tahu 2004, diterbutkan oleh majalah mingguan di Lausanne


Tidak ada komentar:
Posting Komentar