Kamis, 01 Mei 2014

Istri selingkuh



Istri selingkuh

Banyak perceraian yang diawali dengan adanya perselingkuhan, terutama suaminya dengan wanita lain, sehingga istri menuntut cerai. Bila tidak dikabulkan suami, istri dapat mengadukannya ke kantor urusan agama yang dilanjutkan ke pengadilan agama. Namun sekarang seiring semakin modernnya keadaan, perselingkuhan bukan didominasi laki-laki atau suami. Perempuan-istripun seringkali melakukannya, lantas bagaimana syariat menyikapinya. Karena perempuan yang selingkuh-berzina , ia lebih buruk dari pada laki-laki selingkuh. Jauh lebih buruk lagi bila keadaannya masih menjadi istri-maksudnya sudah menikah, dosanya jauh lebih besar. Sebagian besar ulama berpendapat :
1.     Suami boleh mempertahankannya, bila  istri bertaubat dan sangat menyesali perbuatannya, bahkan dia berusaha meminta maaf kepada suaminya, mengubah cara pergaulannya dan cara berpakaiannya. Dia menjadi wanita yang dekat dengan Allah SWT, menutup aurat dan menghindari pergaulan dengan lelaki yang bukan mahramnya. Dengan catatan :
a.    Suami harus siap memaafkan istrinya dan tidak mengungkit masa lalunya, setelah dia bertaubat.
b.    Suami siap merahasiakan kasus istrinya dan tidak menceritakannya kepada siapapun.
Namun suami yang tak kuasa menceraikan istrinya, namun juga sangat sulit baginya memaafkan perselingkuhannya. Sehingga suami hanya bisa marah–marah terus, bahkan menzalimi istrinya. maka pilihan cerai lebih baik, dari pada mempertahankan istrinya, agar tidak menimbulkan perbuatan maksiat yang baru.


2.    suami menceraikan istrinya, bila istri belum bertaubat dan tidak menunjukkan penyesalan, bahkan pergaulannya masih bebas seperti sebelumnya, meskipun bia jadi dia hanya meminta maaf kepada suaminya.
e
Karena ketika sang suami mempertahankan istrinya, dia dianggap tidak memiliki rasa cemburu, dan tergolong suami dayuts. Dan sikap ini termasuk dosa besar.
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Saw bersabda,
 “Tiga orang yang tidak akan Allah lihat mereka pada hari kiamat: Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita tomboi, dan lelaki dayuts.” (HR. Ahmad 5372, Nasai 2562

Dalam hadis dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bahwa Allah ta’ala ketika menciptakan surga, Dia berfirman: ‘Demi keagungan dan kebesaran-Ku, tidak akan ada yang bisa memasukimu (surga), orang yang bakhil, pendusta, dan dayuts.” Dayuts adalah orang yang tidak memiliki rasa cemburu. Dalam hadis shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin memliki rasa cemburu, dan Allah juga cemburu. Cemburunya Allah adalah ketika ada seorang hamba melakukan apa yang Dia haramkan untuknya.”
 “Dan Allah telah berfirman Qs 24:3

Description: http://www.dudung.net/images/quran/24/24_3.png

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mu'min. Qs Annur : 3

Daru ayat tersebut apat dimaknai bahwa wanita pezina, tidak boleh dinikahi kecuali setelah dia bertaubat. Demikian pula ketika seorang istri berzina, tidak boleh bagi sang suami untuk tetap mempertahankannya, selama dia belum bertaubat dari zina, dan dia harus menceraikannya. Jika tidak, dia termasuk dayuts.”

Tidak ada komentar: