Jumat, 24 Juni 2016

Hewanpun puasa



Hewanpun puasa

Selama Ramadhan manusia beriman billahi diwajibkan berpuasa, sebulan penuh, disamping puasa-puasa sunnah lainnya. Ternyata yang berpuasa bukan hanya manusia, binatang atau hewanpun puasa juga, menahan lapar dan haus menjadi hal penting bagi mereka. Layaknya manusia, hewan-hewan  juga memiliki waktu tertentu untuk melaksanakan praktik puasa. Bahkan hewan bisa sangat konsentrasi demi mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Hewan apa saja yang biasa puasa, berikut merupakan diantaranya
Ø  Unta, Hewan  ini memang terkenal memiliki daya tahan tubuh yang sangat luar biasa. Unta mampu bertahan hidup dalam kondisi ekstrem tanpa makan dan minum. Perjalanan mereka menyusuri gurun tidak jarang membuat hewan padang pasir ini tidak menemukan sumber makanan.

Beruntung, Unta memiliki punuk yang menjadi cadangan makanan yang berada di punuknya. Bagian tubuh tersebut menyimpan sekitar 40 kg cadangan lemak yang bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu. Tidak heran jika Unta mampu berpuasa hingga delapan hari tanpa makan dan minum.

Lemak yang terletak di punuk ini diambil sedikit demi sedikit hingga hewan ini bisa kehilangan berat tubuhnya. Jika punuknya mengecil, artinya persediaan makanan unta sudah mulai menampel.

Ø   Ayam Betina,  ayam betina termasuk hewan yang sering berpuasa. Aktivitas ini dilakukan saat ayam betina mengerami telur-telurnya. puasanya mencapai waktu tiga minggu. Hal ini dilakukan untuk menghangatkan suhu badan, sehingga telur yang dieraminya dapat menetas dengan sempurna. Saat mengeram, ayam memang tidak mau melakukan aktivitas lainnya.

Ø  Ular, dilakukan ketika ular berhasil menyantap mangsa yang lebih besar dari dirinya. Tujuannya adalah menjaga agar proses pencernaan tetap berjalan stabil. Pasalnya, proses pencernaan  ini bisa membutuhkan waktu berhari-hari, bisa mencapai waktu dua sampai tiga minggu.



Saat berpuasa penuh, selama puasa ular tidak akan melakukan aktivitas apa-apa. Ia hanya bersembunyi dan berdiam diri. Dan saat itulah ular mengalami proses biologi yang dikenal dengan proses ganti kulit. Puasa yang dilakukan ular, bertujuan untuk meningkatkan suhu badan hingga beberapa derajat di atas normal guna melakukan pergantian kulit baru. Menjadi kulit yang segar, warna-warni, dan indah. setelah masa puasa berakhir, dan mendapatkan kulit yang lebih baik, sang ular yang tidak makan dalam kurun waktu lama ini, akan tampak lebih ganas, dan aktif dalam mencari mangsa.

Ø   Ulat, terjadi dalam proses metamorfosis sempurna untuk berubah bentuk menjadi kupu-kupu. Saat perubahan ini, ulat melakukan puasa lebih kurang 14 hingga 16 hari.  Hal ini dilakukan demi perubahan menjadi bentuk yang lebih indah yakni kupu-kupu. 

Ø  Kukang,  hewan yang sering melakukan puasa. ini dilakukan karena kukang merupakan hewan pemalas dan lebih suka tidur seharian tanpa makan dan minum.  Hewan ini baru akan makan ketika tubuhnya benar-benar lapar. Namun, setelah ia merasa kenyang kukang pun akan kembali tidur dan berpuasa kembali. 

Ø  Ikan Salmon, ikan salmon secara bergerombol akan berimigrasi ke air tawar dengan salah satu tujuannya adalah untuk bertelur. Migrasi yang harus menempuh jarak ribuan mil itu membuat ikan salmon harus berpuasa dari makanan selama berbulan-bulan. Karena dalam perjalanan yang panjang dan sulit itu mereka tidak memiliki waktu untuk makan.

Cadangan lemak dalam tubuhnya merupakan sumber makanan yang akan memberi kekuatan mengarungi perairan hingga mereka sampai ke sungai. Pemakaian cadangan lemak tubuh ini akan menyebabkan perubahan sisik pada ikan salmon. Mereka menjadi ramping dan gesit, sehingga mampu melarikan diri dari sergapan hewan pemburu lain.


Ø  Kalajengking, Kalajengking dapat berpuasa tanpa makan dan minum selama 30 hari. Hal ini dikarenakan kalajengking memiliki kantong penyimpanan makanan di dalam perutnya. Hewan pemakan serangga, laba-laba, dan kadal ini biasanya makan di malam hari.

---------mr--------
*1. Allah SWT memerintahkan:  "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa". QS. Al-Baqarah:183

Selasa, 21 Juni 2016

Taqwa Sambut tahun baru



Taqwa Sambut tahun baru 

Sekilas banyak orang yang menyambut tahun baru dengan menyiapkan kemeriahan yang dikemas dengan istilah pesta. Dimana-mana, di kantor, di alun-alun dan diberbagai hotel dihias dan dikemas perhelatan pesta tahun baru. topi kerucut, petasan, aksi konvoi keliling  dengan memakai kendaraan yang knalpotnya kebetulan suaranya  dipecah menjadi  menu rutin  malam pergantian tahun. Dan merupakan bagian kecil sukacita yang dilakukan oleh penikmat tahun baru.

Di nusantara iniyang merayakan perayaan Tahun Baru dengan penuh suka cita adalah kebanyakan muslim, karena merekalah yang mayoritas penduduknya.  Kenapa demikian mungkin salah satu alasannya karena acara tahun baru sudah menjadi budaya yang lazim diperingati oleh siapa saja, termasuk oleh kaum Muslimin, meskipun diawalnya merupakan budaya Romawi, di tahun 46 SM, sebagai persembahan kepada dewa mereka – janus*1. Dan telah diingat oleh Rasululloh dengan sabdanya “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka."Hadits Riwayat Abu Dawud
Setelah pesta semalaman suntuk, dengan beragam acara pilihan masing-masing, paginya hampir dikatakan sebagian bangun siang dan meninggalkan sholat subuh, sholat  yang merupakan kewajiban di rukun Islam kedua. Esok dan seterusnya tidak tahu apa yang akan terjadi dan persiapan apa yang telah direncakannya. Yang penting pesta dulu, yang akan datang biarkan saja nanti, demikian lintasan pikiran  memberi alasan.
Bisa saja tahun depan akan memberikan kesuksesan yang membanggakan, yang sangat luar biasa hasilnya. Tapi syariat menyatakan tidak lantas keberhasilan tersebut akan membuat bahagia sebahagianya kebahagiaan. Kalau kekayaan dan kesuksesan dapat membahagiakan yang dimaksud, maka qorun merupakan orang yang paling bahagia di dunia ini. Ia memiliki ribuan gudang harta melimpah ruah, penuh berisikan emas dan perak. Begitu kayanya Qarun, sehingga kunci-kunci harta bendanya harus dipikul oleh beberapa orang yang kekar, terlalu berat untuk dibawa oleh satu orang*2. Tapi hidupnya tidak lepas gari kegelisahan yang diakibatkan oleh hartanya itu.
Kisah qorun merupakan kisah kekayaan yang melimpah tanpa diringin syukur nikmat*3 yang penuh ketaqwaan. Sebagaimana difirmankan dalam QS Al qhosos “  
https://i0.wp.com/c00022506.cdn1.cloudfiles.rackspacecloud.com/28_77.png

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” Q.S. Al-Qashash, 77.
Semua hasil usahanya ditenggelam  tanpa manfaat bagi kehidupan baik dirinya maupun orang lain.*4
Karenanya bekal harta saja belumlah cukup, harus diiringi dengan taqwa, sehingga keseluruhan hidupnya senantiasa dihiasi dengan penuh taqwa. Dan sebaik-baik bekal adalah taqwa, sebagaimana difirmankan dalam QS 2: “Berbekallah. Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa” (QS. Al Baqarah : 197)
Jika pada satu tahun ke depan, ketika bintang sedang naik, kehidupannya sedang berada di puncak keberhasilan, usahanya bagus, proyeknya berhasil, programnya sukses, naik pangkat, naik jabatan, dan seluruh cita-citanya terkabulkan, maka dengan taqwa tidak menjadikannya sombong, takabbur. Bahwa apa yang dicapainya merupakan hasil karyanya semata, berkat kerja kerasnya dst, semuanya atas sepengetahuan Alloh SWT. Sehingga ia tetap amanah, tetap bersyukur dan semakin  bertambah amaliyahnya.
Sebaliknya, ketika bintang sedang menurun, usahanya gagal, proyeknya merugi, jabatannya berakhir, istrinya sedang sakit, biaya sekolah anaknya belum terlunasi  dst, tidak menjadikannya putus asa, prustasi , stres,  menyalahkan orang lain dan berandai-andai*5, yang mengakibatkan mengambil jalan pintas penuh dosa. Melainkan semakin bertambah dekat kepada Alloh SWT yang kuasa, semuanya merupakan ujian, agar ia tambah kuat, tambah kekar. Semua keputusan Alloh SWT disikapinya sebagai ketentuan yang baik baginya. Ia selalu tidak lupa bersikap sabar dengan terus berusaha dan berdo’a, agar cepat lepas dari ujian yang dialaminya.
Tahun baru dengan berbekal taqwa, insya Alloh disamping memiliki ketegaran sikap karena senantiasa ingat kepadaNya, juga akan mendapat rejeki yang diusahakannya, seperti firman Alloh SWT  dalam  QS. Thalaq: 2-3 :
2 ....barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. 3.Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
--------------mr............
*1. Janus, dewa segala gerbang, pintu-pintu, dan permulaan (waktu), yangan dalam mitologi Romawi  merupakan sesembahan kaum Pagan Romawi, dan pada peradaban sebelumnya di Yunani telah disembah sosok yang sama bernama Dewa Chronos.
*2. Dalam suatu riwayat, hartanya harus dibawa oleh 8 orang kekar, dan itupun masih tidak kuat.
*3. Qarun berkata:
https://i0.wp.com/c00022506.cdn1.cloudfiles.rackspacecloud.com/28_78.png

“Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.” Q.S. Al-Qashash, 78

*4.
https://i0.wp.com/c00022506.cdn1.cloudfiles.rackspacecloud.com/28_81.png

Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). Q.S. Al-Qashash, 81

*5. Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah dan masing-masing mempunyai kebaikan. Gemarlah kepada hal-hal yang berguna bagimu. Mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah menjadi lemah. Jika engkau ditimpa sesuatu jangan berkata: Seandainya aku berbuat begini maka akan begini dan begitu. Tetapi katakanlah: Allah telah mentakdirkan dan terserah Allah dengan apa yang Dia perbuat. Sebab kata-kata seandainya membuat pekerjaan setan." Riwayat Muslim

telah terbelah bulan



telah terbelah bulan 

Dalam surah al Qomar, difirmankan bahwa bulan terbelah dua, ini merupakan mukzizat  Rasululloh yang saat itu ditantang kaum quraisy untuk membelah bulan jika ia memang benar seorang nabi. Dan dengan ijin Alloh SWT bulan tersebut akhirnya terbelah, walaupun akhirnya mereka tetap tidak beriman, kecuali sedikit sekali*1.
Di era modern riwayah tersebut kemudian menjadi pembicaraan dan penelitian para ilmuan, mereka ingin mengetahui kebenaran mukzizat Rasululloh, apakah kejadian tersebut benar-benar pernah ada dan terjadi, atau hanya sekedar dogeng yang disampaikan saat menjelang tidur anak-anak.
Pada tahun 1978, dalam sebuah wawancara BBC, dibahas perjalanan ruang angkasa yang menemukan satu fakta penting. Fakta tersebut adalah sesungguhnya bulan dahulu pernah terbelah, dan kemudian melekat kembali. Bekas-bekas yang membuktikan cerita ini masih terlihat di permukaan bulan dan membentang hingga kedalamnya. kisah nyata ini menunjukkan  bahwa bulan memang pernah terbelah pada masa nabi, lalu menempel lagi atas kekuasaan Allah. Dan ilmuwan amerika baru mengakui setelah mereka sendiri melakukan penelitian ke bulan dan menemukan bukti itu.

ada fakta lain yang mengaklamsi terbelahnya bulan pada masa nabi, yaitu catatan sejarah India dan china kuno.  bahwa dalam sebuah penaklukkan yang dilakukan oleh Sultan Mahmud bin Sabaktakin al-Ghaznawi terhadap sebuah kerajaan yang masih menganut paganisme(musyrik) di India, ia menemukan lempengan batu didalam sebuah istana taklukkan tersebut. Pada lempengan tersebut terpahat tulisan, “Istana ini dibangun pada malam terbelahnya bulan, dan peristiwa itu mengandung pelajaran bagi orang yang mengambil pelajaran.”
Riwayah  itu menunjukan bahwa bulan memang pernah terbelah menjadi dua dan itu terjadi pada masa nabi. Secara logika, ini sangat tidak mungkin dan untuk itulah orang-orang barat banyak yang menyangkalnya. Namun, sekali lagi, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Lewat rasulNya  kekuasaan Allah telah ditunjukkan pada orang-orang kafir masa itu bahwa bulan pun bisa terbelah.

Menurut Sayyid Quthub, terbelahnya bulan pada masa nabi telah nyata terjadi. Ia mengemukakan sekian banyak riwayat dari berbagai sumber yang semuanya menentukan tempat kejadiannya, yakni di Makkah : kecuali satu riwayat yang menyebutkannya di Mina. Riwayat-riwayat tersebut seluruhnya menguraikan waktunya, yakni sebelum nabi berhijrah*2.
Menurut  Prof. Dr. Quraish shihab, seperti yang ditulis dalam tafsir Al-Mishbah, menolak riwayat-riwayat hadits atas dasar ketidaklogisan bukanlah suatu alas an yang tepat, karena semua ciptaan Allah sungguh mengagumkan. Menurutnya  setiap muslim percaya bahwa tata kerja alam raya berjalan konsisten sesuai dengan hukum alam yang ditetapkan Allah. Tetapi, pada saat yang sama setiap muslim harus percaya bahwa tidak tertutup kemungkinan terjadinya peristiwa-peristiwa yang berbeda dengan kebiasaan yang terlihat sehari-hari maupun yang tidak itu sangat mengagumkan dan keduanya dicakup oleh kuasa Allah.

Salah satunya adalah kasus terbelahnya bulan. Menurut Quraish, peristiwa ini bukan suatu yang mustahil menurut kebiasaan. Karena itu, terbelahnya bulan sebagai mujizat yang telah terjadi tidaklah harus dimungkiri dengan alasan yang tidak logis, apalagi bila sekian banyak orang yang percaya menginformasikannya.
Terlepas dari berbagai macam konflik pemikiran di atas, yang jelas, kelak bulan akan terbelah(lagi) sebagai satu tanda bahwa kiamat besar akan segera tiba. Isyarat ini bisa dibaca dari surat al-Qamar ayat satu di atas, “sesungguhnya telah dekat hari kiamat, dan bulan pun telah terbelah.”(QS.Al-Qamar:1).



----mr
*1. Diriwayahkan dalam Bukhari dan Muslim, bahwa sebelum Rasulullah (saw) hijrah, berkumpullah tokoh2 kafir Quraiy, seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah dan Al ‘Ash bin Qail. Mereka meminta kepada nabi Muhammad (saw) untuk membelah bulan. Kata mereka, “Seandainya kamu benar2 seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua.”
 Rasulullah (saw) berkata kepada mereka, “Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?”Mereka menjawab, “Ya.” Lalu Rasulullah (saw) berdoa kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah (saw) memberi isyarat dengan jarinya, maka bulanpun terbelah menjadi dua. Selanjutnya sambil menyebut nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah (saw) berkata, “Hai Fulan, bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu.”

Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya. Akan tetapi orang2 kafir yang hadir berkata, “Ini sihir!” padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan seksama. Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Lalu mereka pun menunggu orang2 yang akan pulang dari perjalanan.
 Orang2 Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, orang2 musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing2-nya kemudian bersatu kembali…”Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir ingkar).
*2.  Disabdakan dalam beberada hadist
Ø  Hadis riwayat Anas ra.: Bahwa penduduk Mekah meminta kepada Rasulullah saw. untuk diperlihatkan kepada mereka satu mukjizat (tanda kenabian), maka Rasulullah saw. memperlihatkan kepada mereka mukjizat terbelahnya bulan sebanyak dua kali. (Shahih Muslim No.5013)
Ø  Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata: Bulan terbelah menjadi dua pada masa Rasulullah saw., lalu Rasulullah saw. bersabda: Saksikanlah oleh kalian. (Shahih Muslim No.5010)
Ø  Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.: Sesungguhnya bulan pernah terbelah pada masa Rasulullah saw.. (Shahih Muslim No.5015)

Pemimpin non muslim



Pemimpin non muslim

Dalam hiruk pikupnya kepemimpinan nusantara, banyak pendapat yang beragam mengenai pemimpin non muslim. Kelihaian argumentasi yang dikemukakan cukup memukai dan dapat mengelabui ujungnya. Banyak yang membela membolehkan dan banyak pula yang menentangnya, kesemuanya menggunakan dalil yang sama dengan kajian dan telahan yang berbeda,namun kembali kepada Al ur’an sudah jelas tertulis, diantaranta :

·         QS. 3. Aali 'Imraan : 28. "Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu)."

·         QS. 4. An-Nisaa' : 144. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?"
·         QS. 5. Al-Maa-idah : 57. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman."

·         Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin walau Kerabat sendiri : QS. 9. At-Taubah : 23. "Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."

·         QS. 58. Al-Mujaadilah : 22. "Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling  berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekali pun orang-orang itu BAPAK-BAPAK, atau ANAK-ANAK atau SAUDARA-SAUDARA atau pun KELUARGA mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada- Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan mereka pun merasa  puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa  sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung."


·         Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai teman setia, QS. 3. Aali 'Imraan : 118. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi TEMAN  KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang  disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya."

·         QS. 9. At-Taubah : 16. "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi TEMAN SETIA selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman ? Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

·         Al-Qur'an melarang saling tolong dengan kafir yang akan merugikan umat Islam, QS. 28. Al-Qashash : 86. "Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi PENOLONG bagi orang-orang kafir."

·         QS. 60. Al-Mumtahanah : 13. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan PENOLONGMU kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa."

·         Al-Qur'an melarang mentaati orang kafir untuk menguasai muslim, QS. 3. Aali 'Imraan : 149-150. "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu ENTAATI orang-orang yang KAFIR itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allah lah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong."

·         Al-Qur'an melarang beri peluang kepada orang kafir sehingga menguasai muslim, QS. 4. An-Nisaa' : 141. "...... dan Allah sekali-kali tidak akan MEMBERI JALAN kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman."

·         Al-Qur'an memvonis munafiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin, QS. 4. An-Nisaa' : 138-139. "Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan  yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu ? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah."

·         Al-Qur'an memvonis ZALIM kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin, QS. 5. Al-Maa-idah : 51. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak  memberi petunjuk kepada orang-orang yang ZALIM."

·         Al-Qur'an memvonis fasiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin, QS. 5. Al-Maa-idah : 80-81. "Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang FASIQ."

·         Al-Qur'an memvonis sesat kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin, QS. 60. Al-Mumtahanah : 1. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu     karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu  nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah TERSESAT dari jalan yang lurus."

·         Al-Qur'an mengancam azab bagi yang jadikan kafir sbg Pemimpin / Teman Setia,  QS. 58.  Al-Mujaadilah : 14-15. "Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman ? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Allah telah menyediakan bagi mereka AZAB yang sangat  keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan."

·         Al-Qur'an mengajarkan doa agar muslim tidak menjadi sasaran fitnah orang kafir,  QS. 60. Al-Mumtahanah : 5. "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (SASARAN) FITNAH bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."