Kamis, 09 Februari 2017
Rabu, 08 Februari 2017
lima keistemewaan pemuda muslim
Menjadi seorang pemuda Islam mempunyai keistimewaan tersendiri. Di antara keistimewaan tersebut adalah:
1. Masa muda adalah masa keemasan pertumbuhan tubuh dan akal seorang manusia. Maka, dalam jiwa yang muda tersimpan potensi yang dahsyat. Sebagaimana diungkapkan oleh Imam Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan firman Allah Ta’ala ayat ke-13 dari surat Al-Kahfi dalam kitab Tafsirnya,
فذكر تعالى أنهم فتية -وهم الشباب- وهم أقبل للحق ، وأهدى للسبيل من الشيوخ ، الذين قد عتوا وعسوا في دين الباطل ؛ ولهذا كان أكثر المستجيبين لله ولرسوله صلى الله عليه وسلم شبابا . وأما المشايخ من قريش ، فعامتهم بقوا على دينهم ، ولم يسلم منهم إلا القليل .
“Allah Ta’ala mengabarkan bahwa mereka adalah fityah – yaitu para pemuda- dan mereka memiliki sifat lebih menerima kebenaran dan lebih besar mendapatkan petunjuk untuk meniti jalan yang lurus, dibandingkan para generasi tua yang sombong dan bersikeras untuk tetap dalam agama yang batil. Oleh karena inilah, kebanyakan orang (pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pent.) yang menyambut ajaran Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah para pemuda. Adapun generasi tua dari suku Quraisy, pada umumnya tetap berada pada agama mereka, tidaklah mereka memeluk agama Islam melainkan sedikit saja”.
2. Sosok pemuda merupakan generasi penerus calon pemimpin masa depan. Mereka juga akan menjadi bapak bagi keturunan mendatang, di pundaknya lah tugas pendidikan dan kepemimpinan umat selanjutnya.
3. Jika suatu bangsa pemudanya baik, maka baik pula umat dan dan bangsanya. Begitu pula sebaliknya, jika pemuda suatu bangsa buruk, maka hancurlah bangsa itu. Kehancuran ini tidak akan terjadi jika pemuda Islam yang ada di dalammnya berakhlak baik.
4. Masa muda adalah masa yang banyak tantangan dan pertarungan pengaruh baik dan buruk. Kebanyakan pemuda yang belum mencapai kedewasaan yang matang, sangat gampang untuk dirubah dan dikotori pengaruh negatif. Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,
وهذا هو الموسم الأعظم الذي يقع فيه جهاد النفس والهوى وغلبة الشيطان. وبصيانة هذا الموسم يحصل القرب من الله عز وجل، وبالتفريط فيه يقع الخسران العظيم، وبالصبر فيه عن الزلل يثنى على الصابرين، كما أثنى الله فيه على الصابر يوسف.
“Masa muda adalah masa yang terbesar yang terjadi didalamnya perjuangan dalam mengendalikan jiwa, menundukkan hawa nafsu dan mengalahkan setan. Dengan menjaga masa ini, maka seorang pemuda akan dekat dengan Allah ‘Azza wa Jalla, sedangkan menelantarkan masa muda ini akan menelan kerugian yang besar. Sabar di masa muda dari kemaksiatan akan meraih pujian (Allah) yang diperuntukkan bagi orang-orang yang bersabar. Sebagaimana Allah memuji sang penyabar Nabi Yusuf saat masa muda(nya)” (Masimil ‘Umri, Ibnul Jauzi, hal.45).
5. Pemuda Islam adalah target bagi musuh-musuh Islam. Mereka tidak menginginkan jika keistimewaan-keistimewaan yang dimiliki oleh para pemuda Islam tersebut akan menghancurkan mereka. Syaikh Bin Baz rahimahullah berkata:
ولقد علم أعداء الإسلام هذه الحقيقة ، فسعوا إلى وضع العراقيل في طريقهم، أو تغيير اتجاههم ، إما بفصلهم عن دينهم ، أو إيجاد هوة سحيقة بينهم وبين أولي العلم
“Musuh-musuh Islam telah mengetahui ini (keistimewaan pemuda, pent.), maka musuh-musuh Islam segera membuat rintangan di jalan hidup yang dilalui para pemuda Islam atau merubah cara pandang dan prinsip hidup mereka, dengan memisahkan mereka dari agama Islam atau membuat jurang pemisah antara mereka denganpara ulama” (Fatawa Bin Baz: 2/365).
Pemuda adalah generasi yang sangat membutuhkan bimbingan juga pencerahan. Dibutuhkan perhatian besar dari ulama dan bimbingan dari para tokoh agar bisa merangkul para pemuda sehingga bisa membawa perubahan yang baik bagi bangsa dan agama
1. Masa muda adalah masa keemasan pertumbuhan tubuh dan akal seorang manusia. Maka, dalam jiwa yang muda tersimpan potensi yang dahsyat. Sebagaimana diungkapkan oleh Imam Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan firman Allah Ta’ala ayat ke-13 dari surat Al-Kahfi dalam kitab Tafsirnya,
فذكر تعالى أنهم فتية -وهم الشباب- وهم أقبل للحق ، وأهدى للسبيل من الشيوخ ، الذين قد عتوا وعسوا في دين الباطل ؛ ولهذا كان أكثر المستجيبين لله ولرسوله صلى الله عليه وسلم شبابا . وأما المشايخ من قريش ، فعامتهم بقوا على دينهم ، ولم يسلم منهم إلا القليل .
“Allah Ta’ala mengabarkan bahwa mereka adalah fityah – yaitu para pemuda- dan mereka memiliki sifat lebih menerima kebenaran dan lebih besar mendapatkan petunjuk untuk meniti jalan yang lurus, dibandingkan para generasi tua yang sombong dan bersikeras untuk tetap dalam agama yang batil. Oleh karena inilah, kebanyakan orang (pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pent.) yang menyambut ajaran Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah para pemuda. Adapun generasi tua dari suku Quraisy, pada umumnya tetap berada pada agama mereka, tidaklah mereka memeluk agama Islam melainkan sedikit saja”.
2. Sosok pemuda merupakan generasi penerus calon pemimpin masa depan. Mereka juga akan menjadi bapak bagi keturunan mendatang, di pundaknya lah tugas pendidikan dan kepemimpinan umat selanjutnya.
3. Jika suatu bangsa pemudanya baik, maka baik pula umat dan dan bangsanya. Begitu pula sebaliknya, jika pemuda suatu bangsa buruk, maka hancurlah bangsa itu. Kehancuran ini tidak akan terjadi jika pemuda Islam yang ada di dalammnya berakhlak baik.
4. Masa muda adalah masa yang banyak tantangan dan pertarungan pengaruh baik dan buruk. Kebanyakan pemuda yang belum mencapai kedewasaan yang matang, sangat gampang untuk dirubah dan dikotori pengaruh negatif. Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,
وهذا هو الموسم الأعظم الذي يقع فيه جهاد النفس والهوى وغلبة الشيطان. وبصيانة هذا الموسم يحصل القرب من الله عز وجل، وبالتفريط فيه يقع الخسران العظيم، وبالصبر فيه عن الزلل يثنى على الصابرين، كما أثنى الله فيه على الصابر يوسف.
“Masa muda adalah masa yang terbesar yang terjadi didalamnya perjuangan dalam mengendalikan jiwa, menundukkan hawa nafsu dan mengalahkan setan. Dengan menjaga masa ini, maka seorang pemuda akan dekat dengan Allah ‘Azza wa Jalla, sedangkan menelantarkan masa muda ini akan menelan kerugian yang besar. Sabar di masa muda dari kemaksiatan akan meraih pujian (Allah) yang diperuntukkan bagi orang-orang yang bersabar. Sebagaimana Allah memuji sang penyabar Nabi Yusuf saat masa muda(nya)” (Masimil ‘Umri, Ibnul Jauzi, hal.45).
5. Pemuda Islam adalah target bagi musuh-musuh Islam. Mereka tidak menginginkan jika keistimewaan-keistimewaan yang dimiliki oleh para pemuda Islam tersebut akan menghancurkan mereka. Syaikh Bin Baz rahimahullah berkata:
ولقد علم أعداء الإسلام هذه الحقيقة ، فسعوا إلى وضع العراقيل في طريقهم، أو تغيير اتجاههم ، إما بفصلهم عن دينهم ، أو إيجاد هوة سحيقة بينهم وبين أولي العلم
“Musuh-musuh Islam telah mengetahui ini (keistimewaan pemuda, pent.), maka musuh-musuh Islam segera membuat rintangan di jalan hidup yang dilalui para pemuda Islam atau merubah cara pandang dan prinsip hidup mereka, dengan memisahkan mereka dari agama Islam atau membuat jurang pemisah antara mereka denganpara ulama” (Fatawa Bin Baz: 2/365).
Pemuda adalah generasi yang sangat membutuhkan bimbingan juga pencerahan. Dibutuhkan perhatian besar dari ulama dan bimbingan dari para tokoh agar bisa merangkul para pemuda sehingga bisa membawa perubahan yang baik bagi bangsa dan agama
Minggu, 05 Februari 2017
Delapan Macam Rejeki
Banyak macam-macam rezeki yang diberikan Allah kepada makhluknya. Berikut Jenis-jenis rezeki yang dikutip dari berbagai sumber:
1. Rezeki Yang Telah Dijamin.
Janganlah takut akan kekurangan rezeki selama hidup Anda. Karena sang Maha Pemberi rezeki telah menjaminnya dari waktu jauh-jauh sebelum Anda lahir ke dunia yang fana ini.
“Tidak ada satu mahluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya” (Q.S. Huud: 6)
2. Rezeki Karena Usaha.
Rezeki memang telah Allah atur dan jamin atas keberadaannya. Namun bukan berarti Anda berdiam diri menunggu sang rezeki datang sendiri kepangkuan Anda. Rezeki tersebut salah satunya akan didapatkan dengan cara ikhtiar dan usaha Anda dalam menjemputnya.
“Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya” (Q.S. An Najm (53) ayat 39)
3. Rezeki Karena Bersyukur.
Ingatlah bahwa Allah sangat menyukai hambanya yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang telah dianugrahkan kepadanya. Pada titik itulah hendaknya manusia bersyukur, dengan begitu Allah akan lebih menambah kadar rezeki yang telah diberikan.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu” (Q.S. Ibrahim : 7)
4. Rezeki Tak Terduga.
Masih ingat tentang hukum sambal? bahwa kebaikan yang Anda berikan tidak akan langsung mendapat balasannya dari orang yang Anda tolong. Karena bisa saja balasan itu akan Anda terima dari orang dan waktu berbeda. Termasuk dalam hal ini masalah rezeki.
“Barangsiapa
yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan
keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak
disangka-sangkanya” (QS. At Thalaq: 2)
5. Rezeki Karena Istighfar.
Salah satu yang menghambat datangnya rezeki adalah dosa. Dengan memohon ampun dan istighfar, tentulah Allah akan membuka pintu rezeki yang telah tertutup sebelumnya.
“Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta” (QS. Nuh: 10-11)
6. Rezeki Karena Menikah.
Jelas, menyatukan dua buah hati menjadi satu dalam sebuah ikatan suci tentunya juga menggabungkan rezekinya masing-masing menjadi satu rezeki lainnya.
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemapanan kepada mereka dengan karunia-Nya.” (QS. an-Nur: 32)
7. Rezeki Karena Anak.
Ada yang mengatakan bahwa banyak anak maka akan banyak rezeki. Dan Islam menjawabnya, bahwa saat seorang bayi terlahir ke dunia, maka saat itu juga ia membawa rezeki yang telah digariskan dipundaknya.
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.” (QS. al-Isra: 31)
8. Rezeki Karena Sedekah.
Sedekah adalah penawar dari kemiskinan Anda. Saat Anda bersedekah maka Allah akan membalasnya dengan balasan sepuluh kali lipat dari rezeki yang Anda keluarkan untuk bersedekah.
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak” (QS. Al Baqarah: 245)
1. Rezeki Yang Telah Dijamin.
Janganlah takut akan kekurangan rezeki selama hidup Anda. Karena sang Maha Pemberi rezeki telah menjaminnya dari waktu jauh-jauh sebelum Anda lahir ke dunia yang fana ini.
“Tidak ada satu mahluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya” (Q.S. Huud: 6)
2. Rezeki Karena Usaha.
Rezeki memang telah Allah atur dan jamin atas keberadaannya. Namun bukan berarti Anda berdiam diri menunggu sang rezeki datang sendiri kepangkuan Anda. Rezeki tersebut salah satunya akan didapatkan dengan cara ikhtiar dan usaha Anda dalam menjemputnya.
“Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya” (Q.S. An Najm (53) ayat 39)
3. Rezeki Karena Bersyukur.
Ingatlah bahwa Allah sangat menyukai hambanya yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang telah dianugrahkan kepadanya. Pada titik itulah hendaknya manusia bersyukur, dengan begitu Allah akan lebih menambah kadar rezeki yang telah diberikan.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu” (Q.S. Ibrahim : 7)
4. Rezeki Tak Terduga.
Masih ingat tentang hukum sambal? bahwa kebaikan yang Anda berikan tidak akan langsung mendapat balasannya dari orang yang Anda tolong. Karena bisa saja balasan itu akan Anda terima dari orang dan waktu berbeda. Termasuk dalam hal ini masalah rezeki.
5. Rezeki Karena Istighfar.
Salah satu yang menghambat datangnya rezeki adalah dosa. Dengan memohon ampun dan istighfar, tentulah Allah akan membuka pintu rezeki yang telah tertutup sebelumnya.
“Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta” (QS. Nuh: 10-11)
6. Rezeki Karena Menikah.
Jelas, menyatukan dua buah hati menjadi satu dalam sebuah ikatan suci tentunya juga menggabungkan rezekinya masing-masing menjadi satu rezeki lainnya.
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemapanan kepada mereka dengan karunia-Nya.” (QS. an-Nur: 32)
7. Rezeki Karena Anak.
Ada yang mengatakan bahwa banyak anak maka akan banyak rezeki. Dan Islam menjawabnya, bahwa saat seorang bayi terlahir ke dunia, maka saat itu juga ia membawa rezeki yang telah digariskan dipundaknya.
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.” (QS. al-Isra: 31)
8. Rezeki Karena Sedekah.
Sedekah adalah penawar dari kemiskinan Anda. Saat Anda bersedekah maka Allah akan membalasnya dengan balasan sepuluh kali lipat dari rezeki yang Anda keluarkan untuk bersedekah.
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak” (QS. Al Baqarah: 245)
Hak Istri atas Suami
Hak Istri atas Suami
Allah berfirman: “Dan pergaulilah wanita itu dengan cara yang baik.” (an-Nisaa’: 19)Allah berfirman: “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat Berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. dan jika kamu Mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (an-Nisaa’: 129)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Berpesan baiklah kamu terhadap wanita, sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan paling bengkok adalah bagian atas. Oleh karena itu, apabila kamu paksa untuk meluruskannya, maka akan hancurlah ia, dan apabila kamu membiarkannya, maka akan bengkoklah ia selama-lamanya. Oleh karena itu perpesan baiklah terhadap wanita.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam satu riwayat dalam kitab ash-Shahihain dikatakan: Rasulullah bersabda: “Orang perempuan itu seperti tulang rusuk, apabila kamu paksa untuk meluruskannya, berarti telah menghancurkannya. Tetapi apabila hanya bersenang-senang dengannya kamu akan merasakan kepuasan dan ia masih tetap bengkok.”
Dalam hadits riwayat Muslim dikatakan, Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, tidak ada jalan bagimu untuk meluruskannya. Jika ingin bersenang-senang dengannya saja kamu akan merasa puas, tetapi ia masih tetap bengkok. Jika kamu paksa untuk diluruskan, berarti kamu menghancurkannya. Dan hancurnya berarti perceraian. Jadi, menghadapi wanita harus tetap bijaksana, agar tetap menjadi baik.”
Dari Abdullah bin Zam’ah ra. ia mendengar Nabi saw. berkhutbah dan bercerita tentang unta sebagai mu’jizat nabi Shaleh dan orang yang membunuhnya. Rasulullah saw. bersabda: “Ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, yaitu seorang laki-laki yang amat kuat dan gagah perkasa serta disegani kaumnya. Setelah selesai, beliau melanjutkan khutbahnya tentang wanita, dan memberi nasehat tentang bergaul dengan wanita. Beliau bersabda: “Salah seorang di antara kalian ada yang sengaja memarahi istrinya bahkan memukul bagaikan budaknya, lalu pada malam harinya mungkin ia bersetubuh dengannya.” Selanjutnya beliau menasehati para shahabat karena mereka tertawa ada yang kentut, beliau bertanya: “Mengapa salah seorang di antara kamu menertawakan sesuatu yang dia sendiri juga melakukannya?” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah seorang laki-laki mukmin memarahi seorang perempuan mukmin. Apabila tidak suka terhadap salah satu perangainya, maka masih ada perangai lain yang menyenangkan.” (HR Muslim)
Dari ‘Amr bin al-Ahwash al-Jusyamiy ra. ia mendengar Nabi saw. pada haji Wada’ berkhutbah. Setelah beliau memanjatkan pujian, sanjungan kepada Allah Ta’ala dan selesai memberi peringatan dan nasehat, beliau bersabda: “Ingatlah, berpesan baiklah terhadap istri-istri kalian. Sesungguhnya mereka memerlukan perlindunganmu. Sedikitpun kamu tidak boleh berbuat kejam terhadap mereka, kecuali mereka telah nyata melakukan kejahatan. Jika mereka melakukan kejahatan, janganlah kamu menemani mereka di dalam tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Bila mereka telah taat, janganlah kalian berlaku keras terhadap mereka. Ingatlah, sesungguhnya kalian mempunyai hak atas istrimu, dan istrimu juga mempunyai hak pada diri kalian. Hak kamu atas mereka, yaitu tidak boleh memasukkan orang yang tidak kamu sukai ke dalam kamarmu dan tidak mengizinkan orang yang tidak kamu sikai masuk ke dalam rumahmu. Ingatlah, hak mereka atas kamu adalah kamu bergaul dengan cara yang baik, terutama dalam memberi pakaian dan makanan.” (HR Tirmidzi)
Dari Mu’awiyah bin Haidah ra. ia berkata: Saya bertanya kepada Rasulullah: “Apakah hak istri terhadap suaminya?” Beliau menjawab: “Kamu harus memberinya makan apabila kamu makan, harus memberinya pakaian apabila kamu berpakaian, tidak boleh memukul mukanya dan tidak boleh menjelek-jelekkannya, serta tidak boleh mendiamkannya kecuali di dalam rumah.” (HR Abu Daud)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik budi pekertinya. Dan orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya.” (HR Tirmidzi)
Dari Iyas bin Abdullah bin Abu Dzubab ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kammu memukul kaum wanita.” Kemudian Umar mendatangi Rasulullah saw. dan berkata: “Wanita-wanita kini berani kepada suaminya.” Mendengar yang demikian beliau membolehkan untuk memukulnya. Kemudian banyak wanita yang mengerumuni Rasulullah saw. mengadukan perlakuan suaminya. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh banyak wanita yang mengerumuni rumah Muhammad untuk mengadukan perlakuan suaminya, maka mereka (suaminya) itu bukanlah orang-orang yang terbaik di antara kalian.” (HR Abu Dawud)
Dari Abdullah bin ‘Amr al-Ash ra, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Dunia adalah suatu kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan di dunia adalah wanita yang shalih.” (HR Muslim)
9 naga....?
9 naga....?
An-Naml ayat 48-53
“48. dan adalah di kota itu sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan. 49. mereka berkata: “Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan Sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar”. 50. dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari. 51. Maka perhatikanlah betapa Sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya. 52. Maka Itulah rumah-rumah mereka dalam Keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui. 53. dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka itu selalu bertakwa.” (an-Naml: 48-53)
Langganan:
Postingan (Atom)



























































































